Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat telah mengirim pasukan elite Army Rangers dan Navy SEALs ke Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Ratusan tentara elite itu telah tiba di Timur Tengah dan saat ini belum diberikan misi spesifik. Namun, sebagai pasukan darat khusus, mereka bisa dikerahkan untuk membantu menjaga Selat Hormuz yang secara efektif ditutup Iran sejak perang meletus akhir Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua pejabat militer AS mengatakan kepada The New York Times bahwa pasukan itu kini telah bergabung dengan ribuan marinir dan pasukan terjun payung Angkatan Darat yang sudah siaga lebih dulu di sekitar Iran.
1. Army Rangers
Army Rangers dikenal sebagai Resimen Ranger ke-75, pasukan mematikan yang gesit, serta mampu melaksanakan berbagai misi operasi khusus gabungan yang kompleks.
Dilansir Army Mil, Resimen Ranger menjadi pasukan utama Angkatan Darat AS dalam operasi serangan langsung.
Empat batalion Ranger selalu berada dalam kesiapan tempur tinggi, dengan ketahanan fisik dan mental untuk menghadapi musuh.
Kemampuan mereka meliputi operasi lintas udara dan serangan udara, merebut wilayah strategis seperti lapangan udara, menghancurkan fasilitas penting, serta menangkap atau melumpuhkan target musuh.
Rangers dapat menjalankan operasi dari skala kecil hingga tingkat resimen dan mempertahankan standar kesiapan melalui seleksi ketat serta pelatihan intensif.
Resimen Ranger ke-75 merupakan pasukan khusus yang berdedikasi untuk melayani negara.
2. Navy SEALs
Sementara itu, Navy SEALs menjadi salah satu pasukan elite militer Amerika Serikat yang paling dikenal luas.
Dilansir U.S Department of War, bulan ini menandai 64 tahun sejak pembentukannya, yang berakar dari unit pengintai amfibi dan pasukan penghancur pada Perang Dunia II.
SEAL, singkatan dari laut, udara, dan darat, merupakan pasukan operasi khusus Angkatan Laut dengan pelatihan yang sangat berat.
Menurut Komando Operasi Khusus Angkatan Laut, SEAL mampu beroperasi di lingkungan berisiko tinggi dan telah terlibat dalam hampir seluruh konflik besar yang melibatkan AS selama delapan dekade terakhir.
Dilansir Britannica, unit dasar SEAL adalah peleton berisi sekitar 16 personel yang dapat dibagi menjadi tim lebih kecil sesuai kebutuhan.
Beberapa peleton membentuk satu tim SEAL yang ditugaskan di wilayah tertentu dan memiliki kemampuan khusus.
Tim aktif berada di bawah Naval Special Warfare Group One di Pantai Barat dan Group Two di Pantai Timur, masing-masing didukung unit kendaraan selam dan unsur logistik untuk operasi maritim.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
3
















































