Jakarta -
Berburu takjil atau masak makanan enak untuk disantap saat berbuka puasa menjadi salah satu hal menarik saat bulan Ramadan. Selain makanan, buka puasa juga terasa spesial lantaran menjadi momen berkumpul bersama keluarga.
Tentu saja, setiap negara memiliki hidangan khas buka puasa yang berbeda. Keberagaman ini menjadi bukti hubungan antara tradisi, budaya, dan kuliner dalam perayaan Ramadan di berbagai negara.
Berikut Insertlive lansir 5 hidangan buka puasa ikonik berbagai negara:
1. Harira
Harira merupakan hidangan iftar khas dari Maroko, yang merupakan semangkuk sup hangat. Harira menjadi hal penting bagi umat Muslim di Maroko selama berabad-abad pada bulan Ramadan.
Harira merupakan sup berbahan dasar tomat yang diperkaya kacang-kacangan, daging, dan rempah. Hidangan ini memiliki rasa yang cukup gurih dengan sedikit asam yang menyegarkan.
Sup ini biasanya disantap dengan kurma dan camilan khas Ramadan. Harira merupakan menu pembuka yang mengenyangkan.
2. Haleem
Di Hyderabad, India, suasana Ramadan identik dengan aroma haleem yang dimasak perlahan. Hidangan ini merupakan simbol kuliner khas kota Hyderabad setiap bulan Ramadan.
Haleem merupakan makanan bertekstur kental yang terbuat dari campuran daging, gandum, dan aneka kacang-kacangan yang dimasak berjam-jam hingga lembut. Proses memasaknya cukup panjang, lantaran bahan harus diaduk dan ditumbuk hingga menyatu.
Hidangan ini berasal dari masakan Timur Tengah bernama harees yang kemudian berkembang di wilayah Deccan, India. Haleem memiliki cita rasa yang kaya rempah dan gurih karena tambahan ghee (mentega). Biasanya haleem disajikan dengan bawang goreng, daun ketumbar, dan perasan jeruk nipis.
3. Qatayef
Qatayef merupakan hidangan manis yang sangat dinantikan di bulan Ramadan oleh warga Mesir. Qatayef sangat spesial lantaran hanya tersedia selama bulan puasa.
Kue ini berbentuk seperti pancake kecil yang dimasak di satu sisi saja sehingga bagian atasnya berpori. Setelah matang, adonan diisi berbagai isian manis seperti kacang cincang dengan gula dan kayu manis atau krim lembut, dan kemudian dilipat menyerupai setengah lingkaran.
Ada pula qatayef yang digoreng hingga renyah, lalu disiram dengan sirup gula beraroma mawar atau bunga jeruk. Qatayef memiliki sejarah panjang sejak era Dinasti Fatimiyah di Kairo, sehingga terus dilestarikan menjadi budaya Ramadan di Mesir hingga sekarang.
4. Kolak
Indonesia juga memiliki kuliner yang menjadi ikonik sebagai santapan saat berbuka puasa, yakni kolak. Salah satu kuliner manis ini biasanya dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti pasar Ramadan, penjual di pinggir jalan, restoran hingga di rumah-rumah.
Kolak dibuat dari santan yang dimasak bersama gula aren sehingga menghasilkan rasa manis karamel yang khas. Kolak juga bisa ditambahkan berbagai bahan lainnya, seperti pisang, ubi jalar, atau labu.
Daun pandan yang dimasukkan saat memasak santan, memberi aroma harum pada kolak. Teksturnya lembut dengan kuah santan dapat melepaskan dahaga setelah seharian berpuasa.
5. Bubur Lambuk
Malaysia dan Singapura juga memiliki hidangan iftar ikonik saat bulan Ramadan, yakni bubur lambuk. Namun, bubur ini tidak dijual di pasar maupun restoran seperti hidangan berbuka puasa lainnya.
Bubur Lambuk biasanya dibagikan secara gratis oleh masjid atau komunitas Muslim. Bubur lambuk merupakan bubur nasi gurih yang dimasak perlahan hingga lembut.
Bahan utama bubur lambuk terdiri dari beras, daging sapi atau ayam, serta berbagai rempah seperti jahe, bawang, dan serai. Beberapa resep juga menambahkan santan untuk memperkaya rasa.
(kpr/kpr)
Loading ...

3 hours ago
2

















































