Selular.ID – Amazon dilaporkan tidak sedang mengembangkan smartphone baru, meski sebelumnya sempat muncul rumor mengenai perangkat mobile berbasis AI yang dikaitkan dengan perusahaan tersebut.
Klarifikasi ini muncul setelah spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya Amazon ke pasar smartphone beredar luas di industri teknologi dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan terbaru menyebut rumor tersebut berasal dari interpretasi keliru terhadap pengembangan perangkat AI internal dan strategi integrasi layanan kecerdasan buatan Amazon ke ekosistem perangkat yang sudah ada.
Hingga saat ini, Amazon disebut masih berfokus pada lini perangkat seperti Echo, Fire TV, Kindle, serta pengembangan asisten virtual Alexa berbasis AI generatif.
Spekulasi mengenai smartphone Amazon kembali mencuat karena meningkatnya persaingan perangkat AI personal di industri teknologi global.
Sejumlah perusahaan teknologi mulai mengeksplorasi perangkat baru yang dirancang khusus untuk layanan AI generatif, termasuk wearable AI, perangkat asisten digital, hingga smartphone dengan integrasi AI mendalam.
Namun berdasarkan laporan yang beredar, sumber internal menyebut Amazon tidak memiliki proyek smartphone baru yang sedang dipersiapkan untuk pasar konsumen.
Informasi ini sekaligus mematahkan rumor mengenai kemungkinan penerus Amazon Fire Phone yang sempat beredar di media sosial dan forum teknologi.
Fire Phone merupakan smartphone pertama dan satu-satunya yang pernah diluncurkan Amazon pada 2014.
Perangkat tersebut gagal memperoleh respons positif di pasar dan akhirnya dihentikan kurang dari satu tahun setelah peluncuran.
Saat itu, Amazon mencoba menghadirkan diferensiasi melalui antarmuka Dynamic Perspective berbasis efek 3D serta integrasi mendalam dengan layanan belanja Amazon.
Kegagalan Fire Phone menjadi salah satu momen penting dalam sejarah bisnis perangkat keras Amazon.
Perusahaan kemudian mengalihkan fokusnya ke perangkat rumah pintar dan layanan cloud yang terbukti lebih sukses secara komersial, termasuk lini speaker pintar Echo yang ditenagai Alexa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Amazon memang semakin agresif mengembangkan teknologi AI generatif.
Perusahaan memperbarui Alexa dengan kemampuan percakapan berbasis large language model atau model bahasa skala besar untuk meningkatkan pengalaman interaksi pengguna.
Amazon juga memperluas investasi AI melalui layanan cloud Amazon Web Services dan platform model AI Amazon Bedrock.
Konteks inilah yang memicu asumsi bahwa Amazon sedang mempersiapkan perangkat mobile baru sebagai pusat integrasi AI. Terlebih, sejumlah perusahaan teknologi lain mulai membangun perangkat AI personal di luar format smartphone tradisional.
Sebelumnya, industri teknologi sempat diramaikan oleh kemunculan perangkat seperti Humane AI Pin dan Rabbit R1 yang mencoba menawarkan pengalaman AI mandiri tanpa bergantung penuh pada smartphone konvensional.
Di sisi lain, produsen smartphone besar seperti Samsung, Google, dan Apple juga mulai mengintegrasikan AI generatif langsung ke sistem operasi dan perangkat mereka.
Meski demikian, Amazon tampaknya masih memilih memperkuat ekosistem perangkat yang sudah dimiliki dibanding kembali masuk ke pasar smartphone yang sangat kompetitif.
Strategi ini sejalan dengan fokus perusahaan dalam memperluas penggunaan Alexa dan layanan AI lintas perangkat rumah pintar, hiburan, serta cloud computing.
Amazon juga tengah menghadapi persaingan ketat di pasar asisten digital. Kehadiran AI generatif dari perusahaan seperti OpenAI, Meta, dan Google mendorong transformasi besar pada cara pengguna berinteraksi dengan teknologi digital sehari-hari.
Dalam konteks tersebut, Amazon lebih banyak diarahkan untuk memperbarui pengalaman Alexa agar mampu bersaing dengan chatbot AI modern yang menawarkan percakapan lebih natural dan kontekstual.
Perusahaan sebelumnya telah memperkenalkan generasi baru Alexa berbasis AI generatif yang mampu memahami instruksi kompleks dan menjalankan percakapan multi-langkah.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Amazon mengenai pengembangan smartphone baru.
Namun berbagai laporan industri menunjukkan perusahaan tetap memprioritaskan pengembangan AI pada layanan dan perangkat yang sudah menjadi bagian inti dari ekosistem bisnis mereka.
Situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan AI saat ini tidak selalu berujung pada penciptaan perangkat baru.
Sejumlah perusahaan teknologi justru lebih fokus mengintegrasikan AI ke dalam platform yang sudah memiliki basis pengguna besar dan infrastruktur matang, termasuk layanan cloud, smart home, dan perangkat hiburan digital.
Baca Juga: Amazon Kembangkan Smartphone Gen AI


















































