Apa Itu Kanker Prostat yang Diidap PM Israel Benjamin Netanyahu?

8 hours ago 4

CNN Indonesia

Sabtu, 25 Apr 2026 08:51 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku sempat menjalani pengobatan kanker prostat secara tertutup dari publik. Apa itu kanker prostat? Ilustrasi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku sempat menjalani pengobatan kanker prostat secara tertutup dari publik. (iStockphoto)

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku sempat menjalani pengobatan kanker prostat secara tertutup dari publik.

Pengakuan itu disampaikan bersamaan dengan rilis laporan kesehatan tahunannya pada Jumat (24/4).

Sejumlah laporan menyebut kanker Netanyahu terdeteksi pada tahap sangat awal dan telah ditangani dengan terapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu kanker prostat?

Melansir dari National Cancer Institute (NCI), kanker prostat adalah kanker yang tumbuh di jaringan prostat, yakni kelenjar kecil pada sistem reproduksi pria yang berada di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Kanker ini umumnya terjadi pada pria usia lanjut dan pada banyak kasus tumbuh perlahan.

Karena sering berkembang lambat, kanker prostat pada tahap awal kerap tidak menimbulkan keluhan.

Gejala biasanya baru terasa ketika penyakit mulai berkembang, misalnya sulit mulai buang air kecil, aliran urine melemah, lebih sering kencing terutama pada malam hari, nyeri saat buang air kecil, atau muncul darah pada urine maupun semen.

Pada kondisi yang lebih lanjut, keluhan juga bisa menjalar menjadi nyeri panggul atau punggung.

Risiko kanker prostat umumnya meningkat seiring pertambahan usia. Selain itu, riwayat keluarga dan faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Secara global, kanker prostat juga termasuk salah satu kanker yang paling umum pada laki-laki.

Meski kata kanker sering terdengar menakutkan, kanker prostat tidak selalu berarti kondisi yang langsung berat atau harus segera dioperasi.

Penanganannya bisa berbeda-beda, mulai dari pemantauan aktif, operasi, radioterapi, terapi hormon, kemoterapi, imunoterapi, hingga perawatan suportif. Pilihan terapi bergantung pada stadium kanker, penyebaran penyakit, kondisi pasien, dan pertimbangan dokter.

Dalam kasus Netanyahu, laporan menyebut kanker itu ditemukan setelah pemeriksaan lanjutan usai operasi prostat pada Desember 2024. Tumor ganas yang ditemukan disebut berukuran kecil dan belum menyebar.

Kondisi semacam ini umumnya memberi peluang penanganan yang lebih baik ketimbang kanker yang sudah bermetastasis. Hal itu juga sejalan dengan penjelasan NCI bahwa stadium penyakit sangat menentukan arah pengobatan dan prognosis pasien.

Kanker prostat adalah kanker pada kelenjar prostat yang sering tumbuh perlahan dan kerap tidak menimbulkan gejala pada fase awal. Namun, penyakit ini tetap perlu ditangani serius karena pada sebagian kasus dapat berkembang lebih agresif dan menyebar ke organ lain.

(anm/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi