AS dan Israel Pusing, Drone Murah Iran Bikin Repot

10 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Memasuki hari ke-13 perang Amerika Serikat dan Israel vs Iran, Kamis (12/3), tidak ada tanda-tanda perang akan berhenti. Menggunakan drone murah bernama Shahed, Iran sukses bikin AS dan Israel pusing.

Iran disebut sudah mengerahkan lebih dari 2.000 drone murah bernama Shahed-136 untuk melumpuhkan pertahanan udara lawan dan menciptakan kekacauan.

Drone Shahed digunakan Iran untuk membombardir kedutaan besar AS di Timur Tengah, sistem radar, bandara, hingga gedung-gedung tinggi terkait AS dan Israel di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini tentunya mengejutkan bagi AS dan Israel, yang hanya fokus pada ancaman rudal konvensional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ahli mengatakan drone Shahed dikerahkan sebagai taktik Iran untuk melemahkan musuh-musuhnya. Pasalnya, drone berbiaya murah dan mudah diproduksi ini tampak mulai berhasil menguras aset AS.

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Dan Caine mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa kendaraan nirawak Iran merupakan "ancaman" nyata bagi Washington. Drone-drone itu, kata Caine, telah menjadi target efektif sistem pertahanan udara AS, yang menurutnya berhasil melawan mereka.

Bagi para pengamat, pernyataan Caine ini bukan suatu kebanggaan. Pasalnya, yang terjadi adalah sistem pertahanan udara mahal AS dipakai hanya untuk menumpas drone murah, yang harganya jauh di bawah sistem rudal Washington.

Harga yang jomplang

Memasuki hari ke-15 perang AS-Israel vs Iran, Sabtu (14/3), Iran masih berdiri dengan tangguh menahan serangan dari AS dan Israel. Bahkan dengan bantuan negara-negara seperti Australia dan Prancis, Israel dan AS tetap gagal mengalahkan Iran.

Sejumlah media AS melaporkan beberapa anggota parlemen saat ini khawatir akan laporan besarnya biaya perang yang dikeluarkan pemerintah dalam perang melawan Iran.

MS NOW menyebut dua anggota Kongres mengatakan perang AS terhadap Iran menelan biaya sekitar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun per hari. Sementara Politico itu melaporkan Republikan mendengar Pentagon menghabiskan hingga 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33 triliun per hari untuk perang tersebut.

Jumlah pengeluaran yang fantastis ini, menurut Forbes, sebagian besar berasal dari biaya amunisi AS. Center for Strategic & International Studies (CSIS) memperkirakan amunisi AS mencapai 758 juta dolar atau sekitar Rp12,7 triliun per hari.

CSIS merinci, rudal Tomahawk yang dipakai AS berkisar 2 juta-3 juta dolar (Rp33 miliar-Rp50 miliar). Biaya 100 drone kamikaze sementara itu sebesar 3,5 juta dolar (Rp59 miliar).

Besarnya pengeluaran AS ini tak sebanding dengan pengeluaran Iran. Amunisi Iran yang dilawan AS harganya cuma ratusan dolar. Iran selama ini mengandalkan drone Shahed-136, yang diyakini seharga 20 ribu-50 ribu dolar AS atau sekitar Rp338 juta hingga Rp843 juta.

Para pengamat militer pun menilai Iran tampaknya sedang menggunakan strategi perang atrisi (atrision war), yaitu menguras ekonomi lawannya.

Fokus perang ini adalah perang berlarut-larut yang dirancang untuk menimbulkan biaya ekonomi dan psikologis yang tinggi tanpa harus terlibat dalam perang konvensional terbuka secara langsung. Strategi ini melibatkan proksi Iran dan taktik asimetris.

(har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi