Jakarta, CNN Indonesia --
Dusun Krajan, Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, kembali 'kebanjiran' hewan kurban pada Iduladha 2026.
Jumlah kurban di desa tersebut mencapai ratusan ekor. Namun terjadi pergeseran tren kurban di Krajan tahun ini yang sebelumnya sapi, menjadi kambing.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Batur, Ahmad Fauzi. Fauzi menyebutkan terdapat 52 kurban dan 339 kambing yang dikurbankan kali ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rekap jumlah kurban tahun 2026 di Krajan ada 52 sapi, 339 kambing, dan 703 sohibul kurban," sebut Faiz, Rabu (27/5).
Faiz mengatakan ratusan hewan kurban itu merupakan hasil dari swadaya masyarakat Krajan. "Kalau selama ini (hewan kurban) murni dari masyarakat lokal. Jadi tahun ini ada pergeseran dari sapi ke kambing," jelasnya.
Hewan-hewan tersebut bakal disembelih pada hari ini di masing-masing musala dan masjid. Kemudian, daging kurban akan dikumpulkan di gedung Muhammadiyah setempat.
"(Hewan kurban disembelih) serentak hari ini," sebutnya.
Sekretaris Panitia Kurban Krajan, Fauzi Santoso mengatakan pihaknya menyiapkan setidaknya 8.000 kupon pengambilan daging kurban. Jumlah itu merujuk dari data tahun 2025.
Sementara ini, dia mengatakan, jumlah kupon yang ada berdasarkan jumlah warga di Kajan. Ada sekitar 1.300 kepala keluarga (KK) dengan kira-kira hampir mencapai 6.000 jiwa di dusun tersebut.
"Kalau di sini kuponnya yang beredar mengikuti jumlah KK, sekitar 1.300-an. Kalau jiwanya hampir 6.000," katanya.
Fauzi menjelaskan, ada permintaan datang dari Wonosobo, namun masih belum diketahui pasti berapa jumlahnya. Secara khusus, pihaknya tidak membuka permintaan daging dari luar Banjarnegara.
"Yang permintaan dari luar sudah 1 bulan yang lalu. Kita sih nggak buka sebenarnya. Tapi ya yang minta, kalau yang lewat khususnya Banjar dan Wonosobo, lewat satu pintu, LazisMu. Yang lain proposal (permintaan daging kurban) langsung masuk ke panitia." kata Fauzi.
"Yang sudah dapat kupon nanti mengambil (daging kurban) sendiri di gedung (Muhammadiyah)," jelas Fauzi.
Tradisi Puluhan Tahun
Fauzi menyebut berkurban saat Idul Adha memang sudah menjadi tradisi di Desa Batur, Banjarnegara. Bahkan, masih ada dokumentasi kegiatan berkurban di desa itu pada tahun 1959 silam.
"Sejak saya masih kecil memang seperti itu, sudah banyak sohibul kurban. Jadi kalau pengin lihat dokumentasi terkait dengan korban di tempatnya Pak Ketua (panitia), Pak Ahmad Hidayat. Di sana lengkap (dokumentasi) kegiatan kurban. Dari awal yang kita temukan difoto itu di sekitar tahun sekitar '59," jelas Fauzi.
Dia mengatakan, tradisi tersebut sudah turun temurun di desanya. Generasinya kini tinggal melanjutkan dakwah agar warga berkurban.
"Kita paling dakwah kalau misalkan ada orang-orang yang mampu dakwahnya cuma bilang, 'njenengan bisa cicil motor, bisa beli mobil, masa kurban nggak?'," katanya.
Sedangkan kepanitiaan kurban dibentuk pada 2011. Berdasarkan data yang diterima detikJateng, jumlah hewan maupun daging kurban sejak 2011-2025 di Batur cenderung meningkat, begitu pula dengan shohibul kurban atau orang yang berkurban.
"Sebetulnya kami kan di kepanitiaan mulai tahun 2011. Mulai tahun 2011 untuk data lengkap, untuk pembukaan dari dari jumlah shohibul kurban, jumlah lembu, dan lain sebagainya ada sampai tahun kemarin 2025," sebutnya.
Dari catatan tahun 2011-2025, hewan kurban terbanyak yaitu pada tahun 2024 dengan jumlah 74 ekor sapi dan 292 ekor kambing. Jumlah daging yang sudah dikemas dengan berat masing-masing 2,5 kg mencapai 9.200 bungkus.
Baca selengkapnya di sini.
(isn/isn)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
2















































