Jakarta -
Kisah dalam Al-Quran dan Alkitab tentang Nabi Musa yang membelah Laut Merah ternyata diteliti oleh beberapa peneliti.
Dalam kisahnya, diceritakan bagaimana air laut terbelah sehingga bangsa Israel dapat melarikan diri dari kejaran pasukan Mesir. Pada simulasi komputer yang dilakukan peneliti beberapa tahun lalu, kejadian itu bisa jadi fenomena alam yang disebabkan oleh angin kencang.
Simulasi para ilmuwan Amerika Serikat menunjukkan pergerakan angin mampu membuka sebuah jembatan dart di satu lokasi tertentu. Hal itu memungkinkan orang untuk berjalan menyeberangi dataran lumpur yang tersingkap menuju tempat aman.
Dalam laporan dari BBC, para peneliti mengungkapkan angin timur yang berembus kencang dan bertiup semalaman bisa mendorong air mundur di sebuah area tikungan tempat sungai kuno diyakini menyatu dengan laguna pesisir.
Usai air terdorong, sebuah jembatan darat terbentuk di area tikungan dan membuat orang dapat berjalan menyeberangi dataran lumpur menuju tempat yang aman. Saat angin mereda, air dengan cepat kembali mengalir dan menutupi daratan.
"Simulasi ini cukup sesuai dengan kisah dalam Kitab Keluaran," ucap penulis utama studi, Carl Drews, dari US National Center for Atmospheric Research (NCAR).
"Terbelahnya air ini dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air sesuai dengan hukum-hukum fisika, menciptakan jalur perlintasan yang aman dengan air di kedua sisinya, dan kemudian secara tiba-tiba membiarkan air mengalir kembali," lanjutnya.
Dalam kisahnya, Nabi Musa dan bangsa Israel yang sedang melarikan diri terjebak di antara pasukan kereta kuda Firaun yang mendekat dan hamparan air yang disebut sebagai Laut Merah atau Laut Teberau.
Kisah itu menyebut angin timur yang kuat bertiup sepanjang malam membelah air sehingga menyisakan jalan berupa tanah kering dengan dinding air di kedua sisinya.
Israel lalu berhasil melarikan diri ke seberang pantai. Namun saat pasukan Firaun Mesir berusaha mengejar di pagi harinya, air langsung menyapu kembali dan menenggelamkan para prajurit.
Beberapa ilmuwan juga menjelaskan kisah itu dengan proses alam. Beberapa orang menduga tsunami bisa saja menyebabkan air surut dan kembali pasang dengan cepat. Tapi mereka menyebut peristiwa itu tidak akan menyebabkan terbelahnya air secara bertahap sepanjang malam dan tak ada kaitannya dengan angin.
(agn/fik)
Loading ...

2 hours ago
2

















































