Bikin Warga Resah, Pemprov DKI Jakarta Turunkan Baliho Film Aku Harus Mati

10 hours ago 3

Jakarta -

Warga DKI Jakarta belakangan dibuat resah dengan papan baliho alias billboard promosi film bertajuk Aku Harus Mati. Pasalnya, poster film tersebut dinilai terlalu menyeramkan untuk ditampilkan di area publik.

Setelah ramai mendapatkan protes dari publik, Pemprov DKI Jakarta pun bertindak tegas dengan menurunkan baliho poster film tersebut di sejumlah titik.

Keresahan ini bermula dari unggahan seorang netizen yang memotret papan reklame berisi poster film Aku Harus Mati. Pada poster itu, tampak makhluk berwarna biru dengan mata merah yang dianggap terlalu mengerikan untuk dipasang di ruang publik.

Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan biro reklame yang mengelola baliho tersebut. Alhasil, poster Aku Harus Mati kini sudah diturunkan.


"Sudah, sudah, iya. Jadi kita sudah koordinasi sama biro reklamenya untuk segera menurunkan. Betul, betul (yang menurunkan poster pihak biro)," ungkap Satriadi kepada detikcom, dikutip Senin (6/4).

Sejauh ini, ada tiga papan baliho Aku Harus Mati yang telah diturunkan oleh Satpol PP. Baliho itu masing-masing berlokasi di Jalan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot KM 11 (Jembatan Gantung), Jakarta Barat, serta Pos Polisi Perempatan Harmoni, Jakarta Pusat.

Satriadi kemudian mengungkapkan jika ada informasi baliho yang masih berisi iklan film tersebut, Satpol PP akan mengambil tindakan serupa.

"Saat ini baru ada tiga ya yang kita turunkan, kalau memang ada informasi lagi kita akan lakukan penurunan," jelasnya.

Sementara produser film Aku Harus Mati, Iwet Ramadhan memberikan klarifikasi bahwa penurunan poster promosi film tersebut di sejumlah titik dilakukan bukan karena tekanan, tetapi memang sudah sesuai dengan jadwal strategi pemasaran pihak produksi.

Menurut Iwet, tampilan poster itu telah melalui proses evaluasi sebelum akhirnya ditampilkan di ruang publik.

"Seluruh cast itu mengapresiasi yang sangat dalam kepada Lembaga Sensor Film dan juga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Kenapa? Karena semua materi kita sudah dievaluasi sama mereka, sudah dievaluasi lalu kemudian diberikan persetujuan," beber Iwet.

Iwet kemudian berharap masyarakat bisa menyaksikan langsung film Aku Harus Mati di bioskop agar pesan moral yang sebenarnya bisa tersampaikan tanpa terjebak poster mengerikan film tersebut.

(asw/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi