Bisa Dicegah, Kenali 8 Tanda Seseorang Berniat Bunuh Diri

3 hours ago 3

CNN Indonesia

Senin, 09 Mar 2026 14:00 WIB

Bunuh diri bisa dicegah. Penting bagi semua orang untuk mengenai tanda seseorang berniat bunuh diri berikut ini. Ilustrasi. Ada beberapa tanda seseorang ingin bunuh diri yang bisa diperhatikan. (iStock/Tero Vesalainen)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus bunuh diri masih menjadi isu serius yang terjadi di berbagai tempat. Belum lama ini, seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah melompat dari lantai tiga sebuah mal di Jakarta.

Peristiwa seperti ini menjadi pengingat bahwa penting untuk mengenali tanda-tanda seseorang berniat bunuh diri. Bisa jadi orang terdekat, teman, atau kerabat sedang membutuhkan pertolongan meski tidak selalu menunjukkannya secara jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Cleveland Clinic, bunuh diri adalah kematian yang disebabkan oleh tindakan menyakiti diri sendiri dengan tujuan mengakhiri hidup. Meski demikian, banyak orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri sebenarnya masih bisa dibantu jika mendapatkan dukungan yang tepat.

Pikiran untuk mengakhiri hidup juga tidak selalu terlihat dari luar. Seseorang bisa saja tampak baik-baik saja, namun sebenarnya sedang menghadapi tekanan emosional yang berat.

Tanda-tanda seseorang berisiko bunuh diri

Tanda peringatan bunuh diri bisa berbeda pada setiap orang. Namun, ada beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan, terutama jika terjadi perubahan perilaku secara tiba-tiba.

Berikut beberapa tanda seseorang berniat untuk bunuh diri yang perlu diperhatikan.

1. Sering membicarakan keinginan untuk bunuh diri

Seseorang mungkin secara terbuka mengatakan ingin mati atau merasa hidupnya tidak lagi berarti.

2. Perubahan pola tidur

Perubahan drastis pada pola tidur, seperti tidur terlalu banyak atau justru sulit tidur, dapat menjadi salah satu tanda depresi yang memburuk. Depresi sendiri menjadi salah satu faktor risiko yang bisa mendorong keinginan bunuh diri.

3. Menarik diri dari lingkungan sosial

Mengutip laman Johns Hopkins Medicine, orang yang sedang mengalami krisis mental cenderung menjauh dari keluarga, teman, atau aktivitas sosial yang sebelumnya disukai.

4. Perubahan suasana hati yang drastis

Perubahan emosi seperti mudah marah, cemas, depresi, atau gelisah dapat muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya tidak terkontrol.

5. Perilaku berisiko atau ceroboh

Orang yang mengalami depresi juga punya kecenderungan untuk berperilaku berisiko atau ceroboh. Misalnya, melakukan tindakan berbahaya tanpa memikirkan konsekuensinya atau menyakiti diri sendiri.

6. Tidak lagi menikmati hal yang biasanya disukai

Kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulu menyenangkan juga bisa menjadi tanda seseorang sedang mengalami tekanan mental.

7. Tiba-tiba terlihat sangat tenang setelah periode depresi

Perubahan mendadak dari sangat sedih menjadi tenang terkadang bisa menjadi tanda seseorang telah membuat keputusan untuk mengakhiri hidupnya.

Beberapa orang juga menunjukkan tanda seperti memberikan barang berharga kepada orang lain atau menulis pesan perpisahan.

Cara mencegah bunuh diri

Pada dasarnya, siapa pun dapat mengalami pikiran untuk bunuh diri. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai kelompok usia dan latar belakang.

Risiko bisa meningkat pada orang yang mengalami depresi, trauma, penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan, kekerasan, hingga rasa kesepian dan isolasi sosial.

Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut pada orang terdekat, penting untuk tidak mengabaikannya. Ancaman bunuh diri harus selalu dianggap serius. Beberapa langkah yang dapat dilakukan di antaranya sebagai berikut.

1. Dengarkan dengan empati

Berikan ruang bagi mereka untuk berbicara dan tunjukkan bahwa Anda peduli terhadap kondisi mereka.

2. Ajukan pertanyaan secara langsung

Menanyakan apakah seseorang memiliki pikiran untuk bunuh diri tidak akan menanamkan ide baru. Justru hal ini bisa membantu mereka merasa didengar.

3. Jangan meninggalkan mereka sendirian

Ilustrasi kesehatan mental lansiaIlustrasi. Ada beberapa cara mencegah keinginan bunuh diri. (iStock/monkeybusinessimages)

Jika seseorang sedang berada dalam kondisi krisis, usahakan tetap bersama mereka sampai mendapatkan bantuan profesional.

4. Libatkan orang lain

Hubungi keluarga, teman dekat, atau tenaga profesional agar orang tersebut mendapatkan dukungan yang lebih luas.

5. Jauhkan benda berbahaya

Bila memungkinkan, singkirkan benda yang berpotensi digunakan untuk menyakiti diri sendiri.

Selain mencari bantuan profesional, seseorang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri juga dianjurkan untuk berbicara dengan orang yang dipercaya, seperti keluarga atau teman dekat.

Dukungan dari orang terdekat sering kali menjadi langkah penting untuk membantu seseorang melewati masa sulit dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Disclaimer Kesehatan Mental - rev1

(anm/asr)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi