BSI Incar Cuan Ekonomi Halal Rp5.000 T Lewat Pembiayaan UMKM Syariah

11 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo membidik potensi ekonomi halal nasional hingga Rp5.000 triliun melalui penguatan pembiayaan UMKM berbasis ekosistem syariah.

Menurut Anggoro, Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi halal dunia karena didukung populasi muslim terbesar secara global.

"Dan kita yakini yang sekarang ini potensinya Rp5 ribu triliun dan bisa lebih besar kalau semua mendorong ke arah potensi halal ekosistem, kenapa? Karena Indonesia adalah masyarakat dengan populasi muslim terbesar di dunia," ujar Anggoro dalam acara Jogja Financial Festival, di Bantul, DIY, Sabtu (23/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan BSI akan fokus membiayai UMKM yang memiliki prinsip keberlanjutan melalui pengembangan ekosistem syariah, mulai dari masjid, pesantren, sekolah Islam, hingga sektor halal lifestyle serta haji dan umrah.

Menurutnya, sektor tersebut tidak hanya memiliki potensi nasabah besar, tetapi juga peluang bisnis yang sangat luas.

"Bayangkan haji 200 ribu orang per tahun, tapi umrah 2 juta orang per tahun. Di situ ada travel haji, travel umrah, halal lifestyle," katanya.

Anggoro menyebut Indonesia saat ini juga berada di posisi ketiga ekonomi syariah dunia, sehingga peluang pertumbuhan sektor halal masih terbuka lebar.

Ia menegaskan pembiayaan UMKM yang dilakukan BSI tidak sekadar menyalurkan modal, tetapi juga memastikan usaha yang didukung mampu tumbuh secara berkelanjutan.

"UMKM ada pendampingan dan kita pastikan mereka bisa tumbuh, karena tantangan kami di bank syariah bukan apakah bank syarih bisa comply, tapi apakah bank syariah bisa memimpin, memimpin dalam hal transparansinya dan pertumbuhan yang berkelanjutan," pungkasnya.

(ldy/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi