Cara Aman Belanja Online Jelang Lebaran 2026 Agar Rekening Ludes

10 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang kerap dimanfaatkan penipu siber untuk mengelabui korbannya. Salah satu modus yang kerap digunakan adalah promo dan diskon belanja.

Peningkatan aktivitas belanja jelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran seringkali digunakan pelaku bisnis untuk menawarkan promo demi mendorong penjualan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, promosi yang masif turut dimanfaatkan oleh para penjahat siber untuk menjebak korbannya.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan kampanye penipuan yang mengeksploitasi bulan suci Ramadhan kali ini. Penipuan serupa terjadi di sekitar hari raya populer setiap tahunnya.

Para penipu meniru perusahaan komersial dan menawarkan promo besar-besaran. Pengguna kemudian didorong untuk mengunjungi laman tertentu dan diminta memberikan nomor telepon mereka kepada penipu.

Dari sini, korban dibujuk untuk meneruskan tautan "kampanye" penipuan tersebut kepada teman-teman mereka di WhatsApp atau Facebook Messenger, yang kemudian dialihkan ke penipuan lain, yang meningkatkan lalu lintas dan upaya pengumpulan nomor telepon.

"Selama periode promo atau perayaan besar seperti Ramadhan di Indonesia, penipu dapat menjadi lebih merajalela. Tetap waspada sangat penting, tetapi melindungi diri sendiri membutuhkan lebih dari sekadar kesadaran. Sangat mengkhawatirkan bagaimana para penipu sekarang juga menggunakan AI untuk membuat upaya phishing menjadi lebih canggih dan tertarget sehingga membuatnya semakin sulit dikenali oleh pengguna biasa," kata Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky Indonesia dalam keterangannya, Senin (16/3).

Cara aman belanja online Lebaran 2026

Pada tahun lalu, Kaspersky mendeteksi dan memblokir 14.909.665 ancaman siber berbasis web (online threats) yang berbeda. Secara umum, 1 dari setiap 4 (22,4 persen) pengguna disebut menghadapi ancaman online selama periode Januari hingga Desember 2025.

Sejalan dengan hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia juga mencatat sebanyak 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadhan 2026, yang melibatkan hingga 22.593 rekening. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Oleh karena itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat agar tak terjebak modus penipuan promo belanja ini. Berikut tipsnya:

Verifikasi pengirim dan tautan

Jangan percaya diskon atau promosi dari pengirim yang tidak dikenal atau mencurigakan di email atau aplikasi pesan. Selalu periksa kembali alamat pengirim dan ketik URL situs web merek secara manual ke browser Anda daripada mengklik tautan apa pun yang Anda terima.

Jangan sembarangan install aplikasi

Hindari mengunduh dan menginstall aplikasi dari sumber tak tepercaya.

Buat kata sandi yang kuat dan unik

Gunakan kata sandi yang kuat, misalnya dengan menggunakan kombinasi huruf kecil dan besar, angka, dan tanda baca. Selain itu, aktifkan otentikasi dua faktor untuk melindungi akun Anda.

Waspadai jenis informasi yang diminta

Jangan memberikan informasi lebih dari yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelian Anda. Jangan pernah membagikan informasi rahasia melalui telepon, dan jangan pernah membalas permintaan informasi sensitif yang tidak diminta (terutama kata sandi, nomor kartu kredit, atau nomor rekening bank).

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi