Cerita Pasangan Terjebak 3 Minggu di Maldives Imbas Iran vs AS-Israel

9 hours ago 5

CNN Indonesia

Sabtu, 14 Mar 2026 18:52 WIB

Cerita kesulitan pasangan yang menikah di Maldives terjebak di 'pulau surga' itu tiga minggu akibat perang Iran vs AS-Israel. Ilustrasi. Cerita kesulitan pasangan yang menikah di Maldives terjebak di 'pulau surga' itu tiga minggu akibat perang Iran vs AS-Israel. (istock/EXTREME-PHOTOGRAPHER)

Jakarta, CNN Indonesia --

Rencana pernikahan serta bulan madu pasangan ini berubah total akibat perang antara Iran dan AS-Israel dalam beberapa waktu terakhir. Pasangan asal Amsterdam Simona Musu dan Dean Scheepers berencana menikah di Maldives.

Mereka tiba di Bandara Internasional Malé-Velana, Maladewa, pada 22 Februari dengan penuh sukacita dengan impian gelar intimate wedding di pantai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, seperti diberitakan CNN pada Jumat (13/3), kebahagiaan pasangan tersebut sirna seminggu kemudian.

Penerbangan mereka menuju Belanda dibatalkan menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut memicu krisis penerbangan global dengan sekitar 52.000 penerbangan dibatalkan di wilayah Timur Tengah hingga 13 Maret, menurut data Cirium.

"Seluruh pekan kami di resor sangat luar biasa," kenang Musu. "Hari pernikahan itu sempurna, indah, semuanya berjalan sesuai rencana. Dari sana, semuanya menurun. Ini benar-benar menjadi mimpi buruk."

[Gambas:Video CNN]

Musu dan Scheepers terjebak selama hampir tiga minggu setelah lima kali jadwal penerbangan mereka dibatalkan oleh maskapai.

Selain terus memantau situs web maskapai penerbangan dan pelacakan penerbangan serta media berita, Musu dan Scheepers juga mencatat dengan cermat pengeluaran pribadi mereka.

Mereka tidak membeli polis asuransi perjalanan terpisah dan berharap asuransi yang disediakan oleh kartu kredit American Express yang mereka gunakan untuk memesan perjalanan.

Pasangan ini berharap asuransi itu dapat menutupi setidaknya sebagian dari sekitar US$5.800-US$7.000 pengeluaran tambahan yang telah mereka keluarkan di luar masa inap awal mereka di resor tersebut.

Pasangan itu menginap satu malam tambahan di resor awal mereka setelah manajemen menawarkan diskon 50 persen dari tarif reguler sekitar US$1.500 kepada para tamu yang terkena dampak pembatalan.

Tetapi mereka tidak mampu untuk tinggal di sana selamanya, jadi mereka mengikuti saran seorang pelayan untuk pindah ke pulau lain bernama Maafushi, dengan beberapa pilihan hotel yang lebih terjangkau.

Selama waktu tersebut, mereka harus berpindah-pindah hotel di Pulau Maafushi untuk menekan biaya tambahan yang membengkak hingga US$7.000 atau setara Rp118,7 juta (US$1=Rp16.960,05).

Pasangan ini sempat merasa putus asa karena harga tiket sekali jalan yang melonjak hingga US$3.000 (Rp50 juta) dan rute perjalanan yang mencapai 56 jam.

Upaya meminta bantuan repatriasi melalui kedutaan pun sempat ditolak karena kendala status kewarganegaraan.

Meski berusaha tetap positif dan bersyukur tidak terjebak di zona perang, Musu yang berprofesi sebagai guru mengaku sangat ingin kembali bekerja.

"Kami merasakan tekanan ekstra untuk hadir langsung dalam pekerjaan kami. Saya sangat merindukan murid-murid dan rekan kerja saya," ungkapnya.

Setelah pencarian tanpa henti, mereka akhirnya berhasil mendapatkan tiket penerbangan Saudi untuk jadwal 13 Maret dengan harga sekitar US$980 atau Rp16 juta per tiket untuk bisa kembali ke Belanda.

Mereka mendapatkan tiket itu setelah penerbangan Qatar Airways dibatalkan untuk kelima kalinya.

Pada Rabu sore, Musu berhasil melakukan check-in untuk penerbangan Saudia mereka, yang mencakup transit semalam selama 13 jam di Jeddah, Arab Saudi, dan dijadwalkan tiba di Amsterdam tepat setelah pukul 1 siang pada 14 Maret.

"Saya merasa optimis namun tetap waspada," kata Musu sesaat sebelum kepulangan mereka yang menempuh perjalanan selama 25 jam.

"Kami bersedia melakukan apa pun untuk bisa keluar dari surga ini."

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi