Coretax 'Muter-muter', Purbaya Sebut Ada Anak Buahnya yang Nakal

10 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap ada anak buahnya yang 'nakal' sehingga menyebabkan aplikasi pajak CoreTax kerap berjalan lambat.

"Tiba-tiba di CoreTax, ada laporan lagi bahwa itu 'muter-muter'. Padahal, sebelumnya sudah hilang. Rupanya di tempat kita (Kemenkeu) ada yang nakal," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/3).

Purbaya menyebut ada jajarannya di Kemenkeu yang melakukan kerjasama dengan vendor yang sebelumnya sudah diberhentikan karena layanannya lemot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, anak buahnya itu secara diam-diam menjalin kerja sama dengan vendor tersebut.

"Ada yang kontrak dengan satu vendor yang sudah kita berhentikan karena lelet servicenya, dimasukkan lagi diam-diam," ujar dia.

Ia pun berjanji akan segera mencari tahu sekaligus menindak tegas anak buahnya itu.

"Sekarang mereka tidak mengaku siapa yang memasuki. Nanti saya akan periksa lagi siapa yang memasukin vendor itu. Kita akan tindak," ucap dia.

Batas lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan wajib pajak orang pribadi (OP) diperpanjang 30 April, dari sebelumnya 31 Maret. Dalam hal ini, wajib pajak OP yang melaporkan SPT paling lambat akhir bulan depan tidak akan dikenakan denda administrasi.

Purbaya mengungkap alasan batas lapor SPT tahunan diperpanjang 30 April lantaran dua pertimbangan.

Pertama, batas lapor SPT tahunan kali ini beririsan dengan libur Lebaran. Kedua, adanya kendala teknis pada sistem Coretax.

"Karena ada kemungkinan juga coretax-nya muter-muter (loading), dan sebagian orang mengalami hal itu, ya sudah kita perpanjang kalau perlu. Kalau tergantung saya, berarti fix sampai akhir April," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/3).

[Gambas:Video CNN]

(mnf/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi