Daftar Anak Usaha Telkom yang Dilepas hingga Ditutup

22 hours ago 6

Selular.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah mendivestasikan dua anak usaha di sektor layanan kesehatan serta melikuidasi enam entitas sebagai bagian dari langkah perampingan portofolio bisnis.

Perseroan menargetkan jumlah anak usaha menyusut dari 67 entitas menjadi kurang dari 20 entitas.

Tidak hanya itu, perusahaan juga menutup 6 anak usaha yang dinilai berada di luar kompentensi.

Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan penyederhanaan portofolio bisnis tersebut merupakan mandat dari Danantara Indonesia selaku pemegang saham institusi milik negara.

Baca juga:

“Kami harus menyederhanakan portofolio bisnis yang sekarang tumpang tindih, dan merampingkan jumlah anak perusahaan menjadi di bawah 20 anak perusahaan,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, pekan lalu.

Hingga Juni 2026, Telkom telah melepas dua anak usaha di bidang layanan kesehatan, yakni AdMedika dan Telkomedika.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya didivestasikan kepada perusahaan asal Singapura, Fullerton Health.

Selain aksi divestasi, perseroan juga melikuidasi enam anak usaha yang dinilai berada di luar kompetensi inti dan tidak memberikan nilai tambah terhadap kinerja grup.

Keenam entitas tersebut adalah PT Citra Sari Makmur, PT Media Nusantara Data Global, PT Omni Inovasi Indonesia, Sigma AIT Bhd, PT Alam Pesona Wisata, dan PT Pojok Celebes Mandiri.

Berikut profil 6 anak usaha yang telah ditutup dan oleh Telkom dan nasib para pelanggan mereka:

1. PT Citra Sari Makmur (CSM) Bidang Usaha: Telekomunikasi, Jaringan data, dan Satelit

Didirikan pada tahun 1987, CSM dikenal luas sebagai salah satu pionir operator VSAT (Very Small Aperture Terminal) swasta pertama di Indonesia.

Perusahaan ini melayani pasar korporasi berskala nasional dengan menyediakan komunikasi data on-line, layanan internet berbasis serat optik, kapasitas satelit, dan penyimpanan peladen (server).

Awalnya berstatus perusahaan patungan (PMA) bersama Bell Atlantic Amerika Serikat, Telkom Indonesia kemudian masuk sebagai salah satu pemegang saham utama untuk memperkuat ekosistem konektivitas.

Pelanggan korporat yang masih aktif bermigrasi ke penyedia satelit utama grup, yaitu Telkomsat (PT Telkom Satelit Indonesia), demi memastikan kontinuitas konektivitas tanpa interupsi.

2. PT Media Nusantara Data Global Bidang usaha: Penyediaan fasilitas Pusat Data (Data Center)

Beroperasi dengan merek dagang Cyber Data Center International (CDCI), perusahaan ini merupakan anak usaha dari Telkomsigma (PT Sigma Cipta Caraka).

Perusahaan ini berfokus pada ekosistem interkoneksi terbuka bagi penyedia telekomunikasi.

Layanan utamanya adalah menyediakan layanan interkoneksi kabel serat optik berkecepatan tinggi, cabinet rack colocation, ruang pertemuan, cage operator, serta dukungan teknis (smart hands).

Setelah ditutup, seluruh operasional colocation dan interkoneksi serat optik diintegrasikan langsung di bawah kendali induknya, yaitu Telkomsigma, atau dialihkan ke ekosistem pusat data utama Telkom Group (Neutrix / Telkom Data Ekosistem).

3. PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) Bidang Usaha: Perdagangan dan Distribusi Perangkat Telekomunikasi

Perusahaan ini sebelumnya dikenal luas oleh masyarakat dengan nama PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk sebelum berganti nama menjadi PT Omni Inovasi Indonesia Tbk.

Didirikan pada tahun 2008, fokus utamanya meliputi distribusi ritel telepon seluler, voucer pulsa (melalui anak usaha PT Simpatindo Multimedia), layanan perbaikan perangkat, serta penyedia konten seluler.

Setelah ditutup, layanan perbaikan atau garansi yang tersisa diserahkan langsung kepada produsen merek (authorized service center) masing-masing gawai.

4. Sigma AIT Sdn Bhd (Bhd) Bidang Usaha: Solusi Teknologi Informasi (IT Solutions) dan Manajemen

Berbasis di Malaysia, perusahaan ini didirikan pada tahun 2003 sebagai kepanjangan tangan regional dari Telkomsigma dalam melayani pasar solusi ICT dan integrasi sistem di kawasan Asia Tenggara.

Sebelum dilikuidasi, entitas usaha ini beroperasi di Kuala Lumpur guna mengelola ekspansi portofolio digital korporat di luar negeri.

5. PT Alam Pesona Wisata (APW) Bidang Usaha: Agen Perjalanan Wisata (Travel Agent Services)

Didirikan pada tahun 2008, APW merupakan bagian portofolio dari sub-grup TelkomMetra (PT Multimedia Nusantara).

Perusahaan ini bergerak di bidang jasa pengaturan perjalanan korporat dan pariwisata terpadu, melayani pemesanan tiket penerbangan, akomodasi hotel, serta paket tur perjalanan dinas instansi.

Setelah ditutup, jasa pengaturan perjalanan dinas dan korporat dihentikan.

Kebutuhan internal Telkom Group dialihkan menggunakan platform digital terpusat (shared service), sementara klien eksternal disarankan beralih ke vendor pihak ketiga.

6. PT Pojok Celebes Mandiri (PCM) Bidang Usaha: Ekosistem Digital Pariwisata (e-Tourism Aggregator)

Didirikan pada tahun 2009, perusahaan ini dikenal luas di industri melalui platformnya yang bernama Pointer (Pointer by Telkom Indonesia).

PCM beroperasi sebagai agregator sistem reservasi pariwisata digital online-to-offline.

Layanan utamanya menyediakan integrasi inventaris maskapai penerbangan, hotel, dan moda transportasi secara real-time yang ditujukan khusus bagi mitra agen perjalanan skala kecil-menengah (B2B), platform korporasi, maupun platform individu.

Pointer secara resmi telah mengumumkan penutupan operasional layanannya secara total.

Selama proses likuidasi berjalan, sistem pemesanan ditutup secara bertahap untuk menyelesaikan seluruh sisa transaksi, deposit travel agent, dan kewajiban tiket perjalanan mitra yang masih berjalan.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi