Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirim tim investigasi untuk mendalami peristiwa meninggalnya Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa itu. Ia menyebut peristiwa itu menjadi perhatian serius bagi Kemenkes.
"Kemenkes telah mengirimkan tim investigasi terpadu yang terdiri dari Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, Ditjen Kesehatan Lanjutan, dan tim ahli profesi untuk melakukan penelusuran menyeluruh," kata Aji saat dihubungi, Minggu (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aji mengatakan investigasi dilakukan secara komprehensif untuk menelusuri seluruh rangkaian kejadian, termasuk aspek pelayanan medis, tata kelola wahana internship, beban kerja, pendampingan peserta, serta proses skrining kesehatan sebelum penempatan.
"Pendalaman juga dilakukan melalui audit rekam medis, penelusuran proses medical check-up, serta pengumpulan keterangan dari keluarga, rekan sejawat, pendamping internship, dan tenaga medis atau tenaga kesehatan yang menangani almarhumah," ujarnya.
Ia mengatakan informasi awal terkait kondisi kesehatan almarhumah, termasuk dugaan penyakit penyerta, akan diverifikasi lebih lanjut.
Oleh karena itu, Kemenkes tidak akan berspekulasi dan menunggu hasil investigasi secara menyeluruh selesai.
Ia menegaskan jika ditemukan ketidaksesuaian standar atau kelalaian, Kemenkes akan mengambil langkah tegas, termasuk pembekuan sementara wahana internship maupun fasilitas kesehatan yang terlibat dalam internship sampai rekomendasi hasil evaluasi dan perbaikan tuntas dilakukan.
"Hasil investigasi ini akan menjadi dasar penguatan sistem, termasuk evaluasi nasional terhadap screening kesehatan, monitoring peserta, dan mekanisme perlindungan dokter internship agar kejadian serupa tidak terulang," kata Aji.
Mengutip dari detik Sumbagsel, sejumlah kolega kedokteran menyoroti dugaan beban kerja berat Myta sebelum wafat. Sebelum meninggal, Myta sempat kritis dan dirawat di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) Achmad Junaidi mengatakan pihaknya akan mengawal kasus meninggalnya Myta yang tengah menjalani program internship tersebut.
"Kita sebelumnya telah mengirim surat ke Kementerian Kesehatan RI. Mereka meminta dilakukan audit terhadap RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, yang menjadi lokasi penugasan dr Myta," kata Junaidi seperti dikutip dari detik Sumbagsel, Sabtu (2/5).
Dalam surat tertanggal 30 April 2026, IKA FK Unsri mengungkap keprihatinan sekaligus sejumlah temuan terkait kondisi kerja dokter internship di rumah sakit daerah tersebut.
Junaidi menyebut Myta diduga menjalani beban kerja berat tanpa istirahat yang cukup selama masa internship. Bahkan, saat kondisi kesehatannya mulai menurun sejak Maret 2026, Myta disebut tetap menjalani jadwal jaga.
"dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi," ujarnya.
Berdasarkan keterangannya, kondisi Myta kemudian memburuk, dengan saturasi oksigen dilaporkan berada di bawah 80 persen. Myta akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dalam kasus ini, IKA FK Unsri juga menyoroti sejumlah hal lain, mulai dari dugaan minimnya supervisi dokter pembimbing, keterbatasan fasilitas seperti stok obat, hingga adanya indikasi tekanan agar kondisi tersebut tidak meluas.
Berdasarkan beberapa bukti yang diklaim didapatkan Ikatan Alumni FK Unsri, sejumlah oknum pembimbing juga disebut sengaja merahasiakan kondisi almarhumah agar masa internship tidak diperpanjang. Dugaan bullying secara verbal juga dialami mendiang dr Myta.
"Adanya arahan untuk merahasiakan kondisi ini serta narasi yang menyudutkan dokter internship menjadi perhatian serius kami," ucap Junaidi.
"Narasi gas lighting yang menyerang mentalitas dokter internship seperti sebutan generasi Z lembek saat mereka menyuarakan hak dasar kesehatan," tutup poin kekhawatiran dugaan perundungan dalam surat IKAFK Unsri terhadap Kemenkes.
Atas temuan itu, IKA FK Unsri pun mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship.
(yoa/mik)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
2

















































