El Nino 'Godzilla' Ancam Kesehatan, Ini Risiko Penyakit yang Mengintai

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Jumat, 27 Mar 2026 06:45 WIB

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai sejumlah risiko penyakit saat kemarau panjang akibat fenomena El Nino 'Godzilla'. Ilustrasi. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai sejumlah risiko penyakit saat kemarau panjang akibat fenomena El Nino 'Godzilla'. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena El Nino dengan intensitas kuat atau yang dijuluki "Godzilla" diperkirakan membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini dipicu seiring dengan penurunan kualitas udara, meningkatnya risiko kebakaran hutan, serta memburuknya sanitasi air.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah risiko penyakit saat kemarau panjang akibat El Nino 'Godzilla'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Kesehatan RI juga mengimbau bahwa kondisi kemarau panjang ini berpotensi meningkatkan sejumlah penyakit, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit berbasis lingkungan.

"Musim kemarau membawa perubahan cuaca yang drastis dengan meningkatnya suhu udara dan penurunan curah hujan, kondisi ini berpotensi meningkatkan kejadian penyakit tular vektor seperti Dengue dan Malaria," ujarnya, dikutip dari detikcom.

Berikut sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai karena El Nino 'Godzilla'.

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Kemenkes menyoroti bahwa minimnya hujan akan mengurangi proses "pencucian" polutan di udara. Akibatnya, partikel berbahaya dapat bertahan lebih lama di atmosfer.

Kondisi ini diperparah oleh potensi kebakaran hutan dan lahan yang menghasilkan kabut asap, sehingga meningkatkan risiko ISPA. Gejalanya meliputi batuk, pilek, tenggorokan kering, hingga sesak napas.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Mengutip dari Insideclimate News, 60 persen kasus demam berdarah selama hampir tiga bulan terjadi di wilayah yang paling terdampak dengan hujan deras tanpa henti yang dibawa oleh Siklon Yaku dan El Nino.

Perubahan pola cuaca selama kemarau tetap memungkinkan berkembangnya nyamuk pembawa virus dengue, terutama di genangan air terbatas yang tidak terkelola.

Kemenkes mengingatkan bahwa penyakit tular vektor seperti DBD tetap berisiko meningkat. Gejala umum meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan ruam kulit.

3. Malaria

Ilustrasi nyamukIlustrasi. Malaria termasuk penyakit yang diantisipasi meningkat selama kemarau panjang. (Pixabay/skeeze)

Selain DBD, malaria juga termasuk penyakit yang diantisipasi meningkat selama kemarau panjang. Perubahan suhu dan lingkungan dapat memengaruhi siklus hidup nyamuk Anopheles, sehingga meningkatkan potensi penularan.

Melansir dari CDC, gejala malaria dapat meliputi demam, panas dingin, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga muntah.

4. Diare

Kemenkes menegaskan bahwa kekeringan dapat menurunkan kualitas air bersih dan sanitasi. Kondisi ini membuka risiko penyebaran penyakit berbasis air, salah satunya diare.

Diare umumnya ditandai dengan buang air besar cair berulang, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan dehidrasi serius.

5. Tifoid

Menukil dari Mayo Clinic, penurunan kualitas air juga meningkatkan risiko infeksi bakteri Salmonella typhi penyebab demam tifoid atau umum dikenal sebagai tipes.

Penyakit ini menyebar melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, dengan gejala seperti demam berkepanjangan, lemas, dan gangguan pencernaan.

6. Kolera

Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, kolera menjadi salah satu penyakit yang diwaspadai akibat sanitasi buruk. Penyakit ini disebabkan karena bakteri vibrio cholerae (V.cholerae) yang hidup di air hangat yang agak asin atau air payau.

Infeksi ini dapat menyebabkan diare berat dalam waktu singkat dan berisiko tinggi menyebabkan dehidrasi akut jika tidak segera ditangani. Gejala lain pada penyakit ini dapat meliputi muntah, kelelahan, kram, pusing, buang air kecil sedikit, hingga detak jantung cepat.

7. Leptospirosis

Kemenkes juga memasukkan leptospirosis sebagai penyakit yang perlu diantisipasi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebar melalui lingkungan dengan sanitasi buruk.

Mengutip dari WebMD, gejalanya dapat meliputi demam, nyeri otot, penyakit kuning, muntah, diare, hingga ruam kulit.

Kemenkes menekankan pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di seluruh daerah untuk menghadapi potensi lonjakan kasus.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, memastikan konsumsi air bersih, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala penyakit terkait.

(nga/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi