Google Chrome Batasi Perangkat untuk Gemini Nano, Minimal RAM 4GB

2 hours ago 4

Selular.ID – Google dilaporkan mulai membatasi penggunaan model AI Gemini Nano di browser Chrome untuk perangkat Android dengan RAM 4 GB.

Kebijakan ini muncul seiring pengembangan fitur AI generatif langsung di perangkat atau on-device AI yang semakin membutuhkan kapasitas memori dan pemrosesan lebih besar.

Informasi tersebut terungkap melalui pembaruan dokumentasi Chromium dan laporan pengembang yang muncul pada awal Mei 2026.

Gemini Nano merupakan model AI ringan milik Google yang dirancang untuk berjalan langsung di perangkat tanpa bergantung penuh pada cloud.

Model ini sebelumnya diperkenalkan untuk mendukung berbagai fitur AI generatif di Android dan Chrome, termasuk ringkasan teks otomatis, bantuan penulisan, hingga perlindungan keamanan berbasis AI.

Namun, implementasi AI lokal tersebut ternyata membawa konsekuensi pada kebutuhan hardware.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dalam laporan terbaru, Google disebut menetapkan syarat minimal RAM agar fitur berbasis Gemini Nano di Chrome dapat berjalan lebih stabil tanpa mengganggu performa perangkat secara keseluruhan.

Perangkat Android dengan RAM 4 GB kini tidak lagi menjadi prioritas utama untuk menjalankan fitur AI tersebut secara penuh.

Langkah ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan sumber daya komputasi untuk menjalankan AI generatif langsung di perangkat.

Berbeda dengan layanan AI berbasis cloud yang memproses data di server eksternal, on-device AI mengandalkan prosesor, GPU, dan memori internal smartphone atau komputer pengguna.

Google sebelumnya mulai mengintegrasikan Gemini Nano ke Chrome sebagai bagian dari fitur AI Assist dan Safe Browsing generasi baru.

Teknologi tersebut memungkinkan browser mendeteksi potensi penipuan, phishing, hingga situs berbahaya secara real-time langsung dari perangkat pengguna tanpa harus mengirim seluruh data ke server eksternal.

Pendekatan ini dinilai lebih cepat sekaligus membantu meningkatkan privasi pengguna.

Dalam dokumen Chromium yang dikutip sejumlah pengembang, Google menyebut perangkat dengan memori terbatas berpotensi mengalami masalah stabilitas, konsumsi daya lebih tinggi, dan penurunan performa ketika model AI lokal aktif secara terus-menerus.

Karena itu, perusahaan mulai mengoptimalkan fitur AI Chrome hanya untuk perangkat dengan kapasitas RAM lebih besar.

Kebijakan tersebut juga mencerminkan tren baru industri teknologi yang mulai mengarah pada AI hybrid, yakni kombinasi pemrosesan cloud dan AI lokal di perangkat.

Sejumlah perusahaan teknologi seperti Qualcomm, Samsung, Apple, hingga MediaTek kini berlomba menghadirkan chipset dengan neural processing unit (NPU) khusus untuk mendukung AI generatif langsung di smartphone.

Google sendiri mulai agresif mendorong strategi AI on-device sejak peluncuran Gemini Nano di lini Pixel.

Model ini menjadi versi paling ringan dari keluarga Gemini AI dan dirancang agar dapat berjalan di perangkat mobile dengan efisiensi daya lebih baik dibanding model AI besar berbasis cloud.

Meski lebih ringan, Gemini Nano tetap membutuhkan memori cukup besar untuk menjalankan inferensi AI secara lokal.

Beberapa fitur AI Chrome bahkan disebut memerlukan proses pemuatan model AI langsung ke RAM perangkat agar dapat bekerja secara real-time.

Hal inilah yang membuat perangkat dengan RAM terbatas berisiko mengalami penurunan performa multitasking.

Selain Chrome, Google juga mulai memperluas penggunaan Gemini Nano ke Android System Intelligence, aplikasi pesan, Recorder, hingga fitur AI di Google Keyboard atau Gboard.

Strategi tersebut memperlihatkan bahwa AI lokal akan menjadi bagian penting dari pengalaman Android generasi berikutnya.

Di sisi lain, pembatasan perangkat RAM 4 GB berpotensi memengaruhi pengguna smartphone kelas entry-level dan menengah lama yang masih banyak digunakan di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Counterpoint Research, sebagian besar smartphone Android global pada segmen harga terjangkau masih menggunakan konfigurasi RAM 4 GB atau lebih rendah hingga 2025.

Bagi produsen perangkat, perkembangan ini dapat mempercepat pergeseran standar spesifikasi minimum smartphone Android.

Jika sebelumnya RAM 4 GB dianggap cukup untuk kebutuhan harian, integrasi AI generatif berpotensi mendorong standar baru menuju 6 GB atau bahkan 8 GB RAM sebagai kebutuhan minimum perangkat modern.

Google belum memberikan pernyataan resmi terkait daftar perangkat yang terdampak pembatasan Gemini Nano di Chrome.

Namun, kebijakan ini menunjukkan bahwa perkembangan AI generatif tidak hanya bergantung pada software, tetapi juga sangat dipengaruhi kesiapan hardware pengguna.

Ke depan, integrasi AI langsung di browser diperkirakan akan semakin luas, mulai dari keamanan siber, produktivitas, pencarian informasi, hingga personalisasi pengalaman pengguna.

Di saat bersamaan, kebutuhan perangkat dengan performa lebih tinggi juga diperkirakan akan meningkat seiring adopsi AI generatif yang semakin masif di ekosistem mobile dan desktop.

Baca Juga: Gemini Nano Banana Kini Dukung 10 Rasio Gambar untuk Konten Kreatif

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi