Jakarta, CNN Indonesia --
Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi yang terjadi pada Minggu (5/4) pagi. Letusan tersebut disertai luncuran awan panas sejauh 3,5 kilometer dari puncak.
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada pukul 02.02 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Dari pengamatan petugas, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama sekitar 3 menit 29 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Letusan disertai awan panas dengan jarak luncur 3,5 km dari puncak," katanya.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi pada pukul 06.55 WIB, dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl.
Kolom abu pada erupsi berikutnya terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya dan barat. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik.
Tak lama berselang, sekitar tujuh menit kemudian, erupsi kembali terjadi pada pukul 07.02 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru berlanjut dengan erupsi pada pukul 07.53 WIB dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak. Sementara pada pukul 08.50 WIB, letusan tidak dapat teramati karena tertutup kabut.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sejumlah wilayah rawan.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena berpotensi terdampak lontaran material pijar.
"Perlu juga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.
(antara/isn)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
1
















































