Harga Anjlok, Kementan Usul Penggunaan Telur di MBG Ditambah

18 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) imbas harga telur anjlok hingga Rp21 ribu per kilogram (kg).

Kementan telah menyurati Bada Gizi Nasional (BGN) terkait usulan ini. Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG juga diusulkan untuk mengutamakan pembelian telur dari peternak lokal di sekitar lokasi.

"Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah menyampaikan surat kepada BGN pada 8 Mei 2026 guna mendorong peningkatan pemanfaatan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda dalam keterangan resmi, Jumat (5/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementan juga meminta pembelian telur tersebut dilakukan sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp26.500 per kilogram (kg).

"Pelaksanaan pembelian sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah," imbuh Agung.

Kementan terus mengawal stabilisasi harga telur agar peternak rakyat tetap memperoleh harga yang layak. Menurut Agung, tekanan harga yang terjadi sebelumnya dipengaruhi kombinasi peningkatan pasokan, perlambatan serapan pasar, serta distribusi yang belum optimal di sejumlah daerah sentra produksi.

Usulan Kementan tersebut kemudian ditindaklanjuti BGN melalui Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026 yang mendorong peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG, pembelian dari peternak lokal, serta pengadaan sesuai HAP.

Masalahnya anjloknya harga telur ayam menjadi perhatian pemerintah dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis lalu (4/6).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan BGN untuk memperkuat penyerapan telur di daerah sentra produksi yang mengalami tekanan harga, salah satunya Jawa Timur,

"Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu kan turun. Sehingga kita sudah berkoordinasi dengan BGN dan dengan Kepala BGN yang baru, bahwa SPPG ya di daerah tersebut diwajibkan untuk menyerap telur," kata Budi.

Pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan telur dalam berbagai program bantuan pangan saat harga anjlok. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu penyerapan produksi sekaligus menjaga keseimbangan pasar.

Menurutnya, pemerintah akan terus mengoptimalkan manajemen penyerapan melalui SPPG sehingga produk pangan strategis seperti telur, ikan, dan daging ayam dapat terserap lebih baik ketika terjadi kelebihan pasokan di sentra produksi.

Harga telur ayam turun selama tiga bulan berturut-turut hingga menyentuh Rp20.600 per kilogram (kg) di tingkat peternak.

Anjloknya harga telur mendorong ratusan peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Blitar Raya menggelar aksi di Blitar, Jawa Timur, untuk meminta perlindungan pemerintah.

Koordinator Peternak Rakyat Blitar Raya Suyanto mengatakan harga telur ayam di kandang saat ini hanya sekitar Rp20.600 per kilogram, jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai Rp23 ribu per kilogram.

"Harga telur anjlok. Hari ini di kandang Rp20.600 per kilogram, sementara HPP di kami itu Rp23 ribu per kilogram. Padahal HAP (Harga Acuan Pembelian) sebesar Rp24.500 sampai Rp26.500 per kilogram," kata Suyanto, Senin (2/6), seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, tekanan terhadap peternak tidak hanya datang dari anjloknya harga telur, tetapi juga kenaikan biaya produksi, terutama pakan ternak.

Ia menyebut harga pakan ayam kemasan 50 kilogram naik hingga Rp30 ribu per karung. Pakan yang sebelumnya dijual Rp370 ribu per karung kini naik menjadi Rp400 ribu, sedangkan pakan yang sebelumnya Rp400 ribu kini mencapai Rp430 ribu per karung.

Selain itu, harga jagung sebagai bahan baku utama pakan juga masih tinggi di kisaran Rp6.400-Rp6.500 per kilogram. Kondisi tersebut membuat sebagian peternak terpaksa menjual aset pribadi demi mempertahankan usaha mereka.

Peternak juga mengaku khawatir dengan rencana masuknya investor asing di sektor peternakan ayam yang dikhawatirkan semakin menekan keberlangsungan usaha peternak rakyat.

[Gambas:Youtube]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi