Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Bachrum Achmadi merespons pernyataan Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo yang menyebut adanya upaya mengguncang stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyampaikan pandangan berbeda dan menilai kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
Komentar tersebut disampaikan Bachrum melalui unggahan di media sosial. Ia menegaskan bahwa pernyataan soal upaya kudeta tidak perlu disikapi berlebihan.
Bachrum menanggapi langsung pernyataan Hashim yang menyebut adanya pihak yang ingin menggulingkan Presiden Prabowo.
Ia dengan tegas meminta agar kritik publik tidak dimaknai sebagai ancaman terhadap stabilitas.
"Hashim sebut ada upaya guncang stabilitas, klaim ada yang ingin kudeta Prabowo," ujar Bachrum dikutip fajar.co.id, Kamis (9/4/2026).
Dukungan Publik Benteng Paling Kuat
Dikatakan Bachrum, seorang penguasa memang berada dalam posisi yang rentan terhadap kritik.
"Tidak perlu terlalu sensi bos, penguasa itu sudah pasti rentan terhadap kritikan," tukasnya.
Ia juga menekankan bahwa ajakan di media sosial tidak serta merta bisa menjatuhkan seorang presiden.
"Bila ada pengkritik ingin jatuhkan presiden hanya dengan ajakan di media tidak perlu lopar-lapor," timpalnya.
Bachrum menyarankan pemerintah fokus pada kinerja yang pro terhadap rakyat. Ia meyakini dukungan publik akan menjadi benteng paling kuat bagi pemerintahan.
"Perbaiki saja dengan kinerja dan pro rakyat, pasti aman," Bachrum menegaskan.
Tak Mudah Gulingkan Presiden















































