Hisense Ungkap Pengembangan Bisnis Global Berbasis AI

11 hours ago 2

Selular.ID – Hisense memperkenalkan strategi pertumbuhan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam ajang Hisense Global Partner Conference 2026 yang digelar di Qingdao, Tiongkok, pada 21 Juli 2026.

Melalui strategi tersebut, perusahaan elektronik dan peralatan rumah tangga asal Tiongkok itu menargetkan penguatan inovasi, perluasan bisnis global, serta pengembangan ekosistem perangkat pintar yang lebih terintegrasi di era AI.

Pengumuman strategi ini dilakukan menjelang partai final FIFA World Cup 2026™ di New York.

Hisense memanfaatkan konferensi mitra global sebagai momentum untuk menyampaikan arah transformasi perusahaan kepada mitra bisnis dan konsumen, sekaligus mempertegas investasi jangka panjangnya pada teknologi AI dan pengembangan produk berbasis perangkat cerdas.

Chief Executive Officer (CEO) Hisense Group, Fisher Yu, mengatakan perkembangan AI telah mengubah berbagai aspek industri sehingga perusahaan perlu menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, Hisense akan memperkuat transformasi perusahaan melalui lima pilar utama yang menjadi fondasi pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang.

Lima pilar tersebut meliputi perluasan kemampuan AI di seluruh rantai nilai bisnis, pengembangan perangkat pintar menjadi pendamping rumah cerdas berbasis skenario AI, mempertahankan strategi pemasaran olahraga global, memperkuat layanan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, serta memperdalam strategi glokalisasi atau kombinasi pendekatan global dan lokal dalam pengembangan bisnis.

Fisher Yu menjelaskan bahwa AI tidak lagi diposisikan sebagai fitur tambahan pada produk, melainkan menjadi fondasi bagi seluruh proses bisnis Hisense.

Perusahaan tengah membangun ekosistem AI yang mencakup penelitian, pengembangan produk, manufaktur, hingga layanan kepada pelanggan.

Selain memperkuat lini perangkat elektronik konsumen, Hisense juga memperluas investasi pada sejumlah sektor teknologi lain.

Perusahaan menyebutkan fokus pengembangan mencakup AI Hub sebagai pusat integrasi kecerdasan buatan, industri semikonduktor, solusi energi cerdas, teknologi laser, hingga elektronik otomotif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membangun ekosistem teknologi yang saling terhubung.

Dengan pendekatan ini, Hisense ingin memperluas penerapan AI tidak hanya pada televisi dan perangkat rumah tangga, tetapi juga pada berbagai sektor industri yang mendukung transformasi digital.

Di sisi produk, Hisense memperkenalkan konsep perangkat rumah tangga yang berfungsi sebagai pendamping cerdas bagi pengguna.

Perusahaan menilai perangkat masa depan tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga mampu memahami kebiasaan pengguna, mengenali preferensi, serta memberikan respons secara proaktif sesuai kondisi yang dihadapi.

Konsep tersebut diterapkan melalui sistem operasi V AI OS yang dikembangkan Hisense.

Pada lini televisi, sistem ini dirancang untuk mempelajari preferensi tontonan pengguna sehingga dapat merekomendasikan konten yang sesuai berdasarkan pola penggunaan.

Sementara itu, platform ConnectLife menjadi pusat integrasi berbagai perangkat rumah tangga Hisense.

Melalui ekosistem tersebut, sejumlah perangkat seperti kulkas, mesin cuci, pendingin ruangan, hingga peralatan dapur dapat saling terhubung untuk mengoptimalkan kenyamanan, efisiensi energi, serta pengelolaan aktivitas rumah tangga secara otomatis.

Strategi AI yang diumumkan Hisense juga berjalan seiring dengan upaya perusahaan memperkuat posisi merek di pasar global.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempertahankan kemitraan jangka panjang dengan FIFA melalui berbagai penyelenggaraan turnamen sepak bola internasional.

Chief Business Officer FIFA, Romy Gai, mengatakan kerja sama tersebut menghadirkan dukungan teknologi Hisense pada penyelenggaraan pertandingan, termasuk pengembangan teknologi layar LED dan dukungan terhadap operasional Video Assistant Referee (VAR) di berbagai level kompetisi.

Dukungan terhadap strategi global Hisense juga datang dari mitra ritel.

Executive General Manager Electrical Harvey Norman Australia, Haydon Myers, menyebut investasi berkelanjutan Hisense dalam inovasi teknologi dan penguatan merek memberikan nilai tambah bagi konsumen maupun mitra bisnis.

Menurutnya, keterlibatan Hisense sebagai mitra dalam tiga edisi Piala Dunia FIFA secara berturut-turut menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun reputasi sebagai merek elektronik global.

Investasi tersebut dinilai memperkuat posisi Hisense di pasar internasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

Melalui strategi berbasis AI yang diperkenalkan pada Hisense Global Partner Conference 2026, perusahaan menegaskan arah pengembangannya tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan perangkat elektronik, tetapi juga membangun ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi.

Hisense menyatakan akan terus menggabungkan inovasi AI, kemitraan global, serta pengembangan produk yang berorientasi pada kebutuhan pengguna untuk menghadirkan pengalaman kehidupan cerdas di berbagai pasar.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Tak Ada Lagi Vivo, Merek China Hanya Diwakili Hisense dan Mengniu Dairy

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi