Honor Uji Baterai 14.000 mAh, Persaingan Smartphone Jumbo Memanas

18 hours ago 7

lSelular.ID – Honor dilaporkan tengah menguji teknologi baterai berkapasitas 12.000 mAh dan 14.000 mAh untuk smartphone generasi berikutnya.

Informasi yang menyebut perangkat tersebut telah memasuki tahap New Product Introduction (NPI).

Yaitu fase awal sebelum sebuah produk masuk ke proses produksi massal.

Laporan tersebut menunjukkan Honor belum berhenti mengembangkan teknologi baterai berbasis silicon-carbon,

Teknologi yang memungkinkan kapasitas baterai meningkat signifikan tanpa membuat dimensi perangkat bertambah drastis.

Pendekatan ini menjadi salah satu fokus utama produsen smartphone asal China dalam meningkatkan daya tahan perangkat sekaligus mempertahankan desain yang tetap tipis.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Honor sebelumnya telah memperkenalkan beberapa smartphone dengan baterai di atas 10.000 mAh di pasar China.

Jika proyek terbaru ini berlanjut hingga tahap komersial, kapasitas 14.000 mAh akan menjadi salah satu yang terbesar yang pernah digunakan pada smartphone bergaya mainstream.

Hingga kini, Honor belum memberikan konfirmasi resmi mengenai nama produk maupun jadwal peluncurannya.

Persaingan Baterai Jumbo Semakin Sengit

Perkembangan kapasitas baterai smartphone meningkat cukup cepat sepanjang 2025 hingga 2026.

Jika beberapa tahun lalu kapasitas 5.000 mAh menjadi standar industri, kini sejumlah produsen mulai menghadirkan perangkat dengan baterai 6.000 mAh hingga lebih dari 7.000 mAh sebagai produk komersial.

Di Indonesia, Rrealme  menjadi salah satu brand yang aktif menawarkan smartphone berkapasitas besar melalui Ralme GT 7 yang membawa baterai 7.000 mAh berbasis silicon-carbon.

Kapasitas tersebut dipadukan dengan pengisian cepat 120W sehingga menjadi salah satu perangkat dengan kombinasi daya tahan dan pengisian tercepat di kelasnya.

iQoo juga menghadirkan iQoo Z10  dengan baterai 7.300 mAh yang dipasarkan secara resmi di Indonesia.

Kapasitas tersebut menjadi salah satu yang terbesar di pasar nasional saat ini, menyasar pengguna yang membutuhkan daya tahan tinggi untuk bermain gim maupun produktivitas harian.

Sementara itu, Oppo melalui Oppo A5 Pro menawarkan baterai 6.000 mAh untuk segmen menengah. Vivo V50 Lite  juga hadir dengan baterai 6.500 mAh, sedangkan Infinix Hot 60 Pro+ membawa baterai 6.000 mAh dengan fokus pada keseimbangan antara desain tipis dan daya tahan.

Di kelas flagship, sejumlah produsen seperti Xiaomi, Vivo, dan Oppo uga mulai memanfaatkan baterai silicon-carbon berkapasitas di atas 6.000 mAh pada beberapa model yang dipasarkan di Asia.

Teknologi tersebut menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional sehingga memungkinkan kapasitas meningkat tanpa membuat bodi perangkat jauh lebih tebal.

Silicon-Carbon Jadi Arah Baru Industri

Meningkatnya kapasitas baterai tidak lepas dari perkembangan teknologi **silicon-carbon battery.

Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan grafit sebagai material anoda, baterai silicon-carbon memanfaatkan kandungan silikon untuk meningkatkan kepadatan energi.

Hasilnya, produsen dapat memasukkan baterai yang jauh lebih besar ke dalam ruang yang sebelumnya hanya mampu menampung baterai 5.000 hingga 6.000 mAh.

Teknologi ini juga mulai diadopsi sejumlah produsen China sebagai pembeda dibanding kompetitor global yang masih mempertahankan kapasitas baterai di kisaran 5.000 mAh.

Apabila Honor berhasil merealisasikan smartphone dengan baterai 12.000 mAh maupun 14.000 mAh, perangkat tersebut berpotensi menjadi tolok ukur baru dalam industri smartphone.

Baca Juga:Rekomendasi HP Baterai Besar Harga Rp4 Jutaan

Namun hingga saat ini, pengembangan tersebut masih berada pada tahap pengujian sehingga spesifikasi maupun jadwal peluncurannya dapat berubah sesuai proses pengembangan produk.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi