Huawei Masih Bedah Cara Buat Chip Canggih Untuk Kalahkan Pesaing

9 hours ago 3

Selular.ID – Huawei menawarkan cara baru untuk mengejar cip canggih.

Bukan dengan terus mengecilkan transistor, melainkan membuat banyak cip bekerja lebih rapat dan lebih cepat sebagai satu sistem.

Menurut laporan China Daily dikutip Sabtu, 30 Mei, gagasan itu disebut Tau Scaling Law.

Teori ini diperkenalkan He Tingbo, Presiden Departemen Bisnis Semikonduktor Huawei, dalam makalah yang diajukan ke jurnal Science China Information Sciences.

Selama puluhan tahun, industri cip bertumpu pada Hukum Moore. Isinya sederhana: jumlah transistor dalam cip komputer kira-kira berlipat ganda setiap dua tahun.

Transistor adalah komponen kecil dalam cip yang membantu memproses data.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Masalahnya, transistor kini sudah sangat kecil, mendekati batas kemampuan produksi modern. Mengecilkannya lagi makin sulit dan makin mahal.

Zhou Jianjun, profesor di Sekolah Sirkuit Terpadu Universitas Shanghai Jiao Tong, mengatakan Huawei mencari jalur lain.

Baca juga:

Caranya bukan lagi memaksa transistor makin kecil, tetapi membuat sekelompok cip bekerja lebih efisien.

Menurut He, inti dari pengecilan transistor selama ini adalah memangkas waktu kerja cip.

Tau Scaling Law mencoba memangkas waktu itu dari sisi lain, yakni mengurangi waktu tempuh sinyal antarperangkat, sirkuit, cip, dan sistem.

Analoginya, Hukum Moore seperti pelari tunggal yang terus dilatih agar makin cepat. Tau Scaling Law lebih mirip tim estafet.

Tidak semua pelari harus tercepat, tetapi operan yang rapi bisa membuat tim menang.

Zhou menyebut teori ini membuka arah baru bagi teknologi semikonduktor global dan memberi peta jalan baru bagi industri cip China.

“Manufaktur cip tidak lagi harus terlalu bergantung pada alat litografi paling mutakhir, dan peran strategis teknologi pengemasan cip tingkat lanjut terus meningkat,” kata Zhou.

China Daily melaporkan, latar belakang gagasan ini tidak lepas dari tekanan dagang terhadap industri semikonduktor China.

Amerika Serikat memblokir pengiriman alat litografi ultraviolet ekstrem dan peralatan pembuat cip canggih dari pemasok utama dunia.

Litografi adalah proses mencetak pola sangat kecil pada cip. Makin canggih alatnya, makin kecil dan padat komponen yang bisa dibuat.

Huawei mengatakan Tau Scaling Law dapat membantunya memproduksi cip dengan kepadatan transistor setara 1,4 nanometer pada 2031.

Sebagai pembanding, TSMC, produsen cip canggih terbesar dunia, menargetkan proses 1,4 nanometer pada 2028.

Huang Leping, kepala analis strategi teknologi global Huatai Securities, menilai Huawei sedang “menggunakan inovasi arsitektur untuk menutupi kekurangan proses manufaktur dan peralatan canggih”.

Salah satu contohnya adalah cip Kirin baru Huawei yang akan dirilis musim gugur tahun ini.

Cip itu akan memakai LogicFolding, arsitektur berlapis yang memperpendek jalur kabel utama serta meningkatkan kepadatan dan efisiensi transistor.

Pendiri 360 Security Group Zhou Hongyi mengatakan industri cip China kini mulai menjawab pertanyaan penting: ketika akses ke teknologi cip mutakhir dibatasi, apakah masih ada jalur kedua?

Namun, para ahli mengingatkan masih terlalu dini menyebut Tau Scaling Law sebagai pengganti Hukum Moore.

Teori ini juga masih perlu diuji pada berbagai jenis cip, alat desain, ekosistem produksi, dan penggunaan nyata di lapangan.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi