CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 20:00 WIB
Ilustrasi. Orang yang duduk di exit row pesawat punya tanggung jawab yang cukup besar. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di dalam pesawat, terdapat barisan kursi yang terletak di dekat pintu keluar darurat atau emergency exit row. Kursi ini kerap dianggap istimewa karena menawarkan ruang kaki yang lebih luas. Namun, tak semua penumpang bisa duduk di sana.
Alih-alih sekadar soal kenyamanan, kursi exit row justru diperuntukkan bagi penumpang yang dinilai memenuhi kriteria tertentu. Mereka bahkan dianggap sebagai 'penumpang terpilih' karena memiliki tanggung jawab tambahan dalam situasi darurat.
Bagi sebagian orang, duduk di kursi ini menjadi keuntungan tersendiri. Ruang kaki yang lega membuat perjalanan terasa lebih nyaman, terutama pada penerbangan jarak jauh. Namun, kenyamanan tersebut datang dengan konsekuensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Association of Flight Attendants-CWA, penumpang yang duduk di baris kursi darurat pada dasarnya menjadi bagian dari sistem keamanan pesawat. Mereka diharapkan dapat membantu awak kabin, termasuk membuka pintu darurat dan mendukung proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
Melansir Travel and Leisure, aturan terkait kursi ini berasal dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat dan diterapkan secara ketat oleh maskapai, khususnya di AS. Dalam praktiknya, pramugari akan memastikan bahwa setiap penumpang yang duduk di barisan ini memenuhi syarat yang telah ditentukan.
Jika penumpang menolak membantu atau tidak memenuhi kriteria, maka awak kabin berhak memindahkannya ke kursi lain. Secara umum, penumpang yang boleh duduk di kursi exit row adalah mereka yang:
• Mampu secara fisik
• Waspada dan responsif
• Bersedia membantu dalam kondisi darurat
Sebelum pesawat lepas landas, pramugari biasanya akan memberikan pengarahan khusus kepada penumpang di barisan ini. Mereka juga akan memastikan setiap orang memahami peran dan tanggung jawabnya.
Jika ada penumpang yang terlihat gugup, tidak memenuhi syarat, atau tidak bersedia membantu, maka ia akan dipindahkan demi keselamatan bersama.
Pasalnya, peran penumpang di kursi ini cukup krusial. Mereka harus siap memahami instruksi, membuka pintu darurat yang berat, serta membantu penumpang lain sesuai arahan awak kabin.
Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit penumpang yang memilih kursi ini hanya karena tergiur ruang kaki yang lebih luas. Padahal, tidak semua orang memenuhi syarat, misalnya:
• Tidak fasih berbahasa Inggris atau bahasa instruksi
• Berusia di bawah 15 tahun
• Memiliki keterbatasan fisik
Saat proses check-in, penumpang biasanya diminta mengonfirmasi bahwa mereka memenuhi syarat. Sayangnya, banyak yang tidak membaca ketentuan dengan saksama.
Jika awak kabin menemukan penumpang yang tidak memenuhi kriteria atau enggan membantu, maka kursinya akan dipindahkan. Perlu dipahami, aturan duduk di kursi exit row jauh lebih ketat dibanding kursi biasa. Beberapa ketentuan yang harus dipatuhi antara lain:
• Tidak semua penumpang bisa duduk di barisan ini
• Tidak boleh menggunakan gips atau alat penyangga tubuh
• Wajib bersedia membantu saat keadaan darurat
• Tidak boleh memakai headphone saat pengarahan keselamatan
• Tidak diperkenankan membawa hewan peliharaan
• Tidak semua kursi exit row memiliki ruang kaki luas
Dengan berbagai tanggung jawab tersebut, duduk di kursi exit row bukan sekadar soal kenyamanan. Lebih dari itu, ini adalah posisi yang menuntut kesiapan dan kepedulian terhadap keselamatan bersama.
(ana/tis)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
6














































