Ingatkan soal SARA Usai Heboh Lagu MBG, Bahlil: Saya Minta Tolong untuk...

7 hours ago 3

Jakarta -

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belakangan ramai dibahas di media sosial usai keviralan lagu bertajuk 'MBG' atau 'Mas Bahlil Ganteng'.

Lagu dengan lirik unik dan mudah diingat itu kini banyak digunakan sebagai latar berbagai konten di TikTok maupun Instagram.

Menanggapi viralnya lagu tersebut, Bahlil mengaku penasaran dengan sosok yang menciptakannya. Hal itu terungkap saat ia berbincang dengan Raffi Ahmad dan ditanya langsung mengenai lagu yang sedang ramai dibahas warganet tersebut.

Alih-alih merasa terganggu, Ketua Umum Partai Golkar itu justru mengaku ingin bertemu dengan pencipta lagu "MBG".


"Saya minta tolong untuk mengundang yang bersangkutan, kalau berkenan. Saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan karena penasaran juga saya," kata Bahlil, dikutip dari unggahan Instagram Raffi Ahmad.

Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengetahui lagu tersebut saat sedang menjalankan ibadah umrah. Momen itu bahkan menjadi bahan candaan di lingkungan keluarganya.

"Saya lagi ibadah umrah, pagi-pagi bangun, anak saya saja ketawain saya, 'Bapak MBG'," ungkapnya sambil tersenyum.

Meski namanya menjadi bagian utama dalam lagu tersebut, Bahlil mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa sosok kreatif di balik karya yang kini viral itu.

"Saya sendiri enggak tahu, dan itu alami sekali. Saya sendiri penasaran ini siapa yang membuat," ujarnya.

Karena rasa penasarannya itu, Bahlil kembali meminta bantuan Raffi Ahmad untuk mempertemukannya dengan pencipta lagu tersebut.

"Jadi kalau boleh, Fi bisa temukan, saya pengin sekali ketemu. Tetapi saya menghargai kreativitas orang-orang, terutama anak-anak muda sekarang," tambahnya.

Di sisi lain, Bahlil juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif membuat konten di media sosial. Menurutnya, kreativitas harus terus didukung selama tetap berada dalam batas yang positif.

"Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi dan media sosial ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur," kata Bahlil.

Ia menegaskan bahwa kreativitas tidak boleh mengandung unsur SARA karena berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

"Contohnya jangan sampai masuk ke SARA. SARA tidak boleh, karena itu akan memicu terganggunya soliditas kita sesama anak bangsa. Jadi kreativitas harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar," pungkasnya.

(dis/dis)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi