Inggris Umumkan Larangan Merokok Bagi Orang yang Lahir Setelah Tahun 2008

5 hours ago 5

Jakarta -

Pemerintah Inggris secara resmi mengumumkan kebijakan larangan merokok bagi orang-orang yang lahir setelah 2008.

Kebijakan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk membangun generasi bebas asap rokok.

Toko-toko di seantero Inggris mulai dilarang menjual tembakau kepada siapa saja yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2009.

Kebijakan larangan ini berlaku seumur hidup dengan jangka waktu setiap tahun yang akan bertambah batas usia legal pembeliannya.


Kebijakan ini juga merupakan bagian dari kampanye untuk mengontrol kebiasaan merokok di masyarakat terutama generasi muda.

Merokok disebut sebagai salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Inggris. Fakta tersebut yang membuat kebijakan larangan ini lahir sebagai bagian dari pencegahan.

Rancangan Undang Undang (RUU) Tembakau dan Vape sudah mendapat persetujuan dari parlemen dan kerajaan Inggris.

Persetujuan ini kemudian menjadi jalur bebas hambatan bagi kementerian terkait untuk mengatur produk tembakau, vape, dan nikotin, beserta rasa dan kemasannya.

Selain itu, penggunaan rokok elektrik (vape) kini mulai dilarang di dalam mobil yang membawa anak-anak, di kawasan taman bermain, di luar sekolah, hingga di rumah sakit.

Namun, orang-orang tetap boleh menggunakan vape di kawasan taman, pub, pantai, hingga ruang terbuka pribadi.

Wes Streeting, Menteri Kesehatan dan Pelayanan Sosial Inggris, menyatakan dukungan penuh terhadap RUU Tembakau dan Vape.

Wes merasa bahwa RUU bersejarah ini bisa menjadi landasan utama dalam membangun masyarakat Inggris yang lebih sehat.

"Pencegahan lebih baik daripada pengobatan, reformasi ini akan menyelamatkan nyawa, dan membangun Inggris yang lebih sehat," ungkap Wes Streeting.

Di lain pihak, Baroness Merron, Wakil Menteri untuk Kesehatan Mental dan Strategi Kesehatan Wanita, juga mendukung penuh RUU yang ia anggap sebagai misi penyelamatan masyarakat Inggris.

"Intervensi kesehatan publik terbesar dalam satu generasi dan saya dapat meyakinkan semua anggota Dewan Kebangsaan yang terhormat bahwa ini akan menyelamatkan nyawa," ujar Baroness.

Sebelumnya, pada 2024, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga sudah mengajukan kebijakan larangan merokok di luar pub dan club.

Namun, langkah tersebut menuai kontroversi dan ditentang keras oleh badan perdagangan dan Asosiasi Bir dan Pub Inggris.

Langkah tersebut ditentang karena dianggap bisa merugikan ekonomi banyak tempat usaha vital masyarakat.

(ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi