CNN Indonesia
Selasa, 28 Apr 2026 16:15 WIB
Ilustrasi. Orang yang sering menghindari kontak mata bukan berarti kepribadiannya buruk, bisa jadi ia sedang mengalami kecemasan. (Istockphoto/valentinrussanov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam interaksi sosial, kontak mata sering dianggap sebagai tanda kepercayaan diri, ketertarikan, hingga kejujuran. Namun, tidak semua orang merasa nyaman melakukannya.
Ada orang yang justru cenderung menghindari tatapan mata. Hal ini kerap disalahartikan sebagai sikap tidak sopan, tidak jujur, atau tidak tertarik. Padahal, ini bisa mencerminkan berbagai kondisi emosional, kepribadian, hingga proses kognitif seseorang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab orang sering menghindari kontak mata
Biasanya, mata akan mengarah ke sesuatu yang ingin kita perhatikan atau libatkan. Artinya, ketika seseorang menghindari kontak mata, bisa jadi ia sedang berusaha melepaskan diri dari interaksi tersebut.
Namun ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari kondisi psikologis hingga karakter kepribadian, seperti dikutip dari berbagai sumber.
1. Tanda kecemasan
Mengutip dari Your Tango, salah satu alasan paling umum orang menghindari kontak mata, yaitu kecemasan. Orang dengan kondisi ini cenderung takut dinilai negatif oleh orang lain. Kontak mata terasa terlalu intens dan bisa memicu rasa tidak nyaman.
Dalam hal ini, menghindari tatapan bukan berarti tidak peduli, melainkan bentuk perlindungan diri dari tekanan sosial.
2. Introvert dan cenderung menarik diri
Orang dengan kepribadian introvert biasanya lebih nyaman dengan interaksi yang tidak terlalu intens. Kontak mata yang terlalu lama bisa terasa menguras energi.
Mereka tetap bisa menjalin hubungan sosial yang baik, tetapi dengan cara yang lebih tenang dan tidak terlalu ekspresif.
3. Sedang berpikir mendalam
Menariknya, menghindari kontak mata juga bisa menjadi tanda seseorang sedang berpikir keras. Saat otak fokus pada proses kognitif, misalnya mengingat sesuatu atau menyusun jawaban, kontak mata bisa mengganggu konsentrasi.
4. Menyembunyikan emosi atau perasaan
Mata mampu mengekspresikan emosi dengan sangat jelas. Itulah sebabnya, seseorang yang ingin menyembunyikan perasaan seperti gugup, malu, atau bahkan ketertarikan, cenderung menghindari kontak mata.
Dalam beberapa kasus, orang yang sedang jatuh cinta justru terlihat sering menghindari tatapan karena takut perasaannya terbaca.
5. Bentuk penolakan atau ketidaktertarikan
Menghindari kontak mata juga bisa menjadi sinyal ketidaktertarikan. Misalnya, tidak ingin melanjutkan percakapan, merasa tidak nyaman dengan lawan bicara, hingga sedang marah atau kecewa.
Dalam hal ini, bahasa tubuh lain biasanya ikut muncul, seperti tubuh yang menghadap ke arah lain atau perhatian yang teralihkan.
Kurangnya rasa percaya diri juga dapat membuat seseorang sulit mempertahankan kontak mata. Mereka mungkin merasa tidak cukup layak untuk terlibat dalam interaksi setara. Hal ini sering dikaitkan dengan harga diri rendah (low self-esteem).
7. Faktor kondisi khusus
Pada beberapa kondisi seperti autisme atau ADHD, kontak mata bisa terasa sangat intens hingga memicu overstimulasi pada otak.
Mengutip laman Mission Connection Healthcare, sebuah penelitian menunjukkan makin lama seseorang dengan ADHD menatap area mata, makin tinggi juga tingkat gejala kurang perhatian yang mereka alami.
Oleh karena itu, menghindari tatapan menjadi cara untuk mengurangi ketidaknyamanan. Dalam hal ini, perilaku tersebut bukan pilihan, melainkan respons alami tubuh.
8. Tanda ingin menghindari atau pergi
Pernah berbicara dengan seseorang yang terus melihat jam atau pintu? Itu bisa menjadi tanda mereka ingin segera mengakhiri interaksi. Mata cenderung menuju ke arah yang diinginkan tubuh.
9. Menyembunyikan sesuatu
Banyak orang mengaitkan kebiasaan ini dengan kebohongan. Memang, orang yang berbohong bisa terlihat gelisah dan menghindari tatapan. Namun hal yang sama juga terjadi pada orang yang gugup atau cemas.
Bahkan, beberapa orang yang berbohong justru sengaja mempertahankan kontak mata untuk terlihat meyakinkan. Artinya, satu tanda saja tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang sedang berbohong.
Menghindari kontak mata bukanlah satu ciri kepribadian tunggal. Perilaku ini bisa mencerminkan berbagai hal, mulai dari kecemasan, kelelahan mental, hingga sekadar kebutuhan untuk fokus.
Ketimbang langsung menilai negatif, memahami alasan di balik perilaku ini justru bisa membantu kita membangun komunikasi yang lebih empatik dan efektif.
(nga/rti)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2

















































