CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 09:27 WIB
Ilustrasi. Penyerapan zat besi dari makanan tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya, tapi juga oleh cara dan kombinasi konsumsinya. (iStockphoto/piotr_malczyk)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penyerapan zat besi dari makanan tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya, tetapi juga oleh cara dan kombinasi konsumsinya. Asupan zat besi yang cukup belum tentu memberi manfaat optimal jika tubuh tidak mampu menyerap mineral tersebut dengan baik.
Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang berperan mengangkut oksigen ke seluruh jaringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika penyerapan zat besi terganggu, tubuh berisiko mengalami anemia yang ditandai dengan mudah lelah, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga sesak napas saat beraktivitas ringan.
Mengutip Medical News Today, zat besi dalam makanan terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu zat besi heme dan non-heme. Zat besi heme berasal dari sumber hewani dan dikenal lebih mudah diserap tubuh. Jenis ini banyak ditemukan pada daging merah, ayam, ikan, serta makanan laut.
Sementara itu, zat besi non-heme berasal dari bahan pangan nabati dan memiliki tingkat penyerapan yang lebih rendah. Zat besi non-heme terdapat pada sayuran hijau seperti bayam dan kale, kacang-kacangan, biji-bijian, serta sereal yang diperkaya zat besi.
Melansir dari Healthline, berikut beberapa cara sederhana untuk membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih efektif.
1. Padukan makanan kaya zat besi dengan vitamin C
Vitamin C membantu mengubah zat besi non-heme menjadi bentuk yang lebih mudah diserap usus. Oleh karena itu, mengonsumsi sumber zat besi nabati sebaiknya dibarengi dengan makanan tinggi vitamin C.
Buah jeruk, stroberi, pepaya, tomat, paprika, dan sayuran hijau bisa menjadi pilihan. Menambahkan perasan jeruk nipis pada tumisan sayur atau mengonsumsi buah setelah makan dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
2. Lengkapi dengan vitamin A dan beta karoten
Vitamin A dan beta karoten juga berperan penting dalam membantu tubuh memanfaatkan zat besi. Nutrisi ini membantu melepaskan cadangan zat besi yang tersimpan di dalam tubuh sehingga dapat digunakan untuk pembentukan sel darah merah.
Sumber beta karoten antara lain wortel, ubi jalar, labu, bayam, kale, serta buah-buahan berwarna oranye seperti mangga dan pepaya.
3. Kombinasikan sumber nabati dengan protein hewani
Menggabungkan sumber zat besi nabati dengan protein hewani dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.
Daging, ikan, dan ayam tidak hanya mengandung zat besi heme, tetapi juga membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan nabati yang dikonsumsi bersamaan.
Mengombinasikan tumis sayuran hijau dengan lauk ayam atau ikan dapat meningkatkan jumlah zat besi yang diserap tubuh.
4. Hindari minuman tertentu saat makan
Beberapa minuman mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
Teh dan kopi, misalnya, mengandung polifenol yang dapat menurunkan kemampuan tubuh menyerap zat besi non-heme. Sebaiknya beri jeda waktu satu hingga dua jam antara makan dengan konsumsi teh atau kopi.
5. Perhatikan asupan kalsium
Kalsium memang penting untuk kesehatan tulang, tetapi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi zat besi, mineral ini dapat menghambat penyerapannya. Susu dan produk olahannya sebaiknya dikonsumsi di waktu berbeda dari menu utama kaya zat besi.
6. Waspadai kandungan fitat dalam makanan
Fitat yang terdapat pada biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sereal dapat mengikat zat besi dan menghambat penyerapannya. Meski demikian, efek ini bisa dikurangi dengan cara perendaman, fermentasi atau mengombinasikannya dengan makanan kaya vitamin C.
Mengoptimalkan penyerapan zat besi tidak selalu membutuhkan suplemen. Dengan pengaturan menu dan kombinasi makanan yang tepat, kebutuhan zat besi harian dapat terpenuhi secara lebih efektif melalui pola makan sehari-hari.
(nga/asr)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
3
















































