Selular.ID – Pengguna iPhone di Inggris kini menghadapi pengalaman baru yang cukup unik: mereka akan “ditanya” apakah sudah cukup umur (18 tahun ke atas) untuk mengakses sejumlah fitur di perangkatnya.
Langkah ini diambil oleh Apple lewat pembaruan iOS 26.4 yang mulai dirilis Maret 2026.
Kebijakan ini hadir di tengah tekanan pemerintah Inggris agar perusahaan teknologi lebih aktif melindungi anak-anak dari konten berbahaya di internet.
Setelah memperbarui perangkat ke iOS 26.4, pengguna akan diminta mengonfirmasi usia dengan menyertakan dokumen seperti kartu kredit, SIM (Surat Izin Mengemudi), atau paspor.
Jika tidak memverifikasi usia, sejumlah fitur akan dibatasi.
Pengguna tidak dapat mengunduh aplikasi tertentu di App Store, mengakses fitur dan layanan tertentu, hingga membuka situs web yang hanya ditujukan untuk orang dewasa.
Selain itu, fitur keamanan seperti Communication Safety akan aktif otomatis untuk mendeteksi konten sensitif, seperti foto atau video bernuansa seksual, di pesan dan FaceTime.
Menurut Apple, aturan ini berlaku di level Apple Account.
Artinya, verifikasi usia ini akan berlaku di seluruh layanan yang terhubung dengan akun pengguna.
Baca juga:
- Apple Dorong Tren Smartphone Tanpa Port Pengisian
- Alasan YouTube Tidak Akan Blokir Total Akun Anak Meski PP Tunas Berlaku
Apple juga dapat melakukan verifikasi otomatis jika data akun pengguna sudah tersedia.
Namun, jika belum terverifikasi, sistem akan otomatis mengaktifkan fitur keamanan seperti Web Content Filter dan Communication Safety.
Dorongan Regulator
Seperti disebutkan di atas, kebijakan ini tidak lepas dari dorongan pemerintah Inggris agar perusahaan teknologi lebih memperhatikan keamanan anak di ruang digital.
Hal ini tertuang dalam regulasi Online Safety Act yang mulai diberlakukan sejak 2023 dan diperketat dalam beberapa tahun terakhir.
Regulator komunikasi Inggris, Ofcom, sebelumnya telah mendorong berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, hingga Roblox untuk menerapkan sistem verifikasi usia.
Nah, meski regulasi tersebut belum secara langsung mencakup sistem operasi dan toko aplikasi, Apple tetap mengambil langkah lebih dulu dan Ofcom mengapresiasi hal ini.
“Keputusan Apple menjadikan Inggris sebagai salah satu negara pertama di dunia yang menghadirkan perlindungan baru bagi anak di perangkat. Ini merupakan kemenangan nyata bagi anak-anak dan keluarga di sini,” kata perwakilan Ofcom dalam sebuah pernyataan.
Ofcom juga menegaskan bahwa pihaknya akan selalu bekerja sama dengan Apple dan layanan digital lain untuk memastikan perlindungan pengguna tetap berjalan, sekaligus membuka ruang inovasi dalam teknologi verifikasi usia.
Ke depan, Ofcom sedang mengkaji kemungkinan memperluas cakupan aturan, termasuk ke sostem operasi dan toko aplikasi yang belum diterapkan tadi.
Perluasan ini dijadwalkan akan diteken sekitar 2027 mendatang.



















































