Jakarta, CNN Indonesia --
Iran dilaporkan mengirim 11,7 juta barel minyak mentah ke China melalui Selat Hormuz di tengah perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Co-founder TankerTrackers.com Samir Madani mengatakan ke CNBC bahwa pengiriman tersebut dilakukan pada Selasa (10/3) dan sudah dilakukan sejak 28 Februari.
"Iran telah mengirimkan setidaknya 11,7 juta barel minyak mentah melalui Selat Hormuz sejak perang dimulai pada 28 Februari, yang semuanya ditujukan ke China," ujar Co-founder TankerTrackers.com Samir Madani seperti dikutip CNBC, Selasa (13/3) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TankerTrackers memantau pergerakan kapal dengan citra satelit, yang memungkinkan mereka untuk menangkap kapal-kapal yang tidak terdeteksi jika sistem pelacakannya dimatikan.
Banyak kapal yang "gelap" (mematikan pelacak) setelah Iran mengancam akan menyerang kapal apa pun yang mencoba melewati jalur air tersebut.
Madani mengatakan, tiga dari enam kapal tanker yang tertangkap citra satelit saat meninggalkan Iran sejak 28 Februari berbendera Iran.
Penyedia data intelijen pengiriman, Kpler, memperkirakan sekitar 12 juta barel minyak mentah telah melewati selat tersebut sejak perang dimulai.
"China merupakan pembeli utama minyak mentah Iran dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar dari barel-barel ini kemungkinan besar akan berakhir di sana," kata analis minyak mentah dari Kpler, Nhway Khin Soe.
Meski demikian, upaya mengonfirmasi tujuan akhir kapal-kapal ini masih menjadi tantangan tersendiri.
CNBC telah mencoba meminta tanggapan dari National Energy Administation China, tetapi belum ada komentar yang diterima.
Selat Hormuz merupakan jalur perairan yang sangat penting karena seperlima pengiriman minyak dan gas dunia melewati jalur ini.
Sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari, pengiriman minyak dan gas dunia melambat drastis karena sebagian besar kapal-kapal tanker menghindari jalur tersebut.
Menurut Organisasi Maritim Internasional, sepuluh kapal di dalam atau di dekat Selat Hormuz diserang oleh Iran dalam kurun waktu kurang dari dua pekan setelah perang dimulai, menewaskan sedikitnya tujuh pelaut di atas kapal.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa kapal tanker minyak yang melintasi selat tersebut "harus sangat berhati-hati."
Adapun Iran memiliki Terminal Pulau Kharg yang merupakan fasilitas ekspor minyak utama mereka. Lokasinya terletak 15 miles atau sekitar 24 kilometer di lepas pantai daratan Iran.
Terminal Pulau Kharg menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran sebelum kapal tanker melakukan perjalanan melalui Selat Hormuz.
Kini, Iran juga telah melanjutkan pemuatan kapal tanker di terminal minyak dan gas Jask di sepanjang Teluk Oman, sebelah selatan Selat Hormuz, yang dapat menambah kapasitas tambahan untuk pengiriman minyak mentah.
Menurut TankerTrackers, sebuah kapal Iran sedang memuat 2 juta barel minyak mentah, yang merupakan pemuatan kelima di sana dalam lima tahun terakhir.
Pembaruan aktivitas di Jask menandakan bahwa Teheran sedang menjajaki alternatif selain Selat Hormuz, meskipun Nhway Khin Soe meragukan sejauh mana fasilitas itu bisa berfungsi sebagai rute pengiriman yang layak.
Fasilitas minyak Jask merupakan satu-satunya gerai ekspor minyak mentah Iran di Laut Oman yang melewati Selat Hormuz sepenuhnya. Fasilitas ini jarang digunakan karena dinilai kurang efisien.
Samir Madani menjelaskan bahwa memuat satu kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) di sana bisa memakan waktu hingga 10 hari.
Sebagai perbandingan, sebuah VLCC hanya butuh satu atau dua hari untuk memuat di Pulau Kharg.
Meskipun Iran terus mengekspor ke China, volume pengiriman sekitar 1,22 juta barel per hari (mbd) secara signifikan lebih rendah daripada tingkat sebelum perang pecah.
Iran mengekspor 2,16 mbd pada Februari, tertinggi sejak Juli 2018, dan semuanya ditujukan untuk China karena Beijing mengumpulkan cadangan untuk meredam potensi risiko pasokan energi.
Menurut Kpler, pemuatan minyak mentah Iran juga mencapai rekor tertinggi 3,78 mbp pada minggu 16 Februari, lebih dari dua kali lipat rata-rata mingguan sebelumnya sekitar 1,48 mbd.
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
7
















































