Jakarta, CNN Indonesia --
Israel terus menyerang Lebanon jelang pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Jumat (10/4) besok.
Hal berbeda terjadi di sejumlah negara teluk di mana sama sekali tak ada serangan drone-drone Iran di lokasi milik AS di negara sekutu mereka.
Dilansir dari Aljazeera, serangan Israel menyasar Kota Habboush di Lebanon Selatan. Sebelumnya serangan juga dilaporkan terjadi di Kota Harouf dan Al Duwair.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel dan Amerika tidak mengakui kesepakatan gencatan senjata berlaku di Lebanon. Sementara Iran menuntut penghentian perang berlaku di semua front termasuk Lebanon.
Di negara yang berbatasan langsung dengan Israel itu, Iran memiliki proksi paramiliter Hizbullah. Kelompok ini yang dalam bebarapa tahun terkahir merepotkan Israel.
Serangan Israel terjadi sejak kemarin dan termasuk yang paling besar dalam beberapa waktu terakhir. Catatan pemerintah Lebanon serangan menewaskan 254 orang dan melukai ribuan lainnya.
Iran marah besar dengan serangan ini dan dikabarkan menutup kembali Selat Hormuz. Padahal Hormuz sempat dibuka seiring dengan gencatan senjata yang berlaku sejak kemarin.
Negara-negara Teluk aman
Sementara itu dilansir dari CNN hingga tadi malam tak ada serangan ke sejumlah negara teluk yang selama dilancarkan Iran.
Ini terjadi sejak pertama konflik pecah pada Akhir Februari lalu.
Dalam enam pekan terakhir pemerintah negara-negara teluk selalu melaporkan serangan yang dilakukan Iran ke negara mereka.
Gencatan senjata antara Iran dan AS berlaku mulai Rabu (8/4) kemarin.
Hingga hari ini CNN melaporkan belum ada pernyataan dari negara-negara teluk soal serangan baru.
"Sebuah indikasi bahwa, setidaknya untuk saat ini, pasukan Iran yang tersebar tampaknya telah berhenti menembakkan rudal dan drone," demikian dilansir dari CNN.
Bahrain hanya melaporkan beberapa rumah di Sitra rusak akibat pecahan amunisi drone Iran yang dicegat.
Uni Emirat Arab melaporkan tidak ada serangan rudal atau drone sejak Rabu siang.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi juga menyebut situasi tenang tanpa serangan rudal atau drone yang dilaporkan pada 15 jam terakhir.
Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan tidak ada serangan dalam 14 jam terakhir. Sementara pejabat pertahanan di Kuwait melaporkan tidak ada insiden rudal atau drone dalam 14 jam terakhir.
Kementerian Pertahanan Oman juga melaporkan tidak ada serangan udara dalam 24 jam terakhir.
(tim/sur)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
5












































