CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2026 08:40 WIB
Ilustrasi. Setelah puasa, badan harus tetap dijaga agar tetap sehat. (istockphoto/AzmanL)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menjaga asupan saat Lebaran penting dilakukan agar tubuh tidak mengalami gangguan pencernaan atau kelelahan akibat makan berlebihan setelah sebulan berpuasa.
Saat perayaan Idul Fitri, berbagai hidangan khas seperti opor ayam, rendang, ketupat, hingga aneka kue kering biasanya tersaji di meja makan. Kondisi ini sering membuat seseorang sulit mengontrol porsi makan, terutama setelah menjalani puasa selama bulan Ramadhan.
Perubahan pola makan yang cukup drastis, dari berpuasa menjadi makan bebas dalam satu waktu, dapat memicu sejumlah keluhan seperti perut kembung, gangguan pencernaan, hingga tubuh terasa lemas. Karena itu, penting untuk tetap memperhatikan pola makan agar tubuh tetap bugar selama Lebaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Healthsite, dokter penyakit dalam Pankaj Bansal menekankan bahwa tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri kembali dengan pola makan normal setelah satu bulan berpuasa.
Mengatur porsi makan serta memilih makanan yang tepat dapat membantu menjaga keseimbangan energi sekaligus kesehatan pencernaan.
Berikut beberapa cara menjaga asupan saat Lebaran agar tidak berlebihan:
1. Sarapan seimbang dan ringan
Sarapan menjadi langkah penting untuk menjaga energi sepanjang hari. Setelah berakhirnya masa puasa, tubuh perlu kembali menyesuaikan ritme makan harian.
Daripada langsung mengonsumsi makanan berat atau makanan manis, sebaiknya pilih makanan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Misalnya roti gandum, yogurt, telur, buah-buahan, atau kacang-kacangan.
Melansir Route2Health, penelitian menunjukkan bahwa sarapan kaya protein dapat meningkatkan metabolisme sebesar 15-30 persen.
2. Makan secara perlahan dan terkontrol
Meja makan saat Lebaran biasanya dipenuhi berbagai hidangan yang menggugah selera. Tanpa disadari, seseorang bisa mengambil porsi terlalu banyak sekaligus.
Untuk menghindari makan berlebihan, ambil porsi kecil terlebih dahulu dan makan secara perlahan. Cara ini memberi waktu bagi tubuh untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Selain itu, makan dengan tempo lebih lambat juga membantu proses pencernaan bekerja lebih optimal.
The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa menggunakan piring yang lebih kecil secara alami dapat mengurangi ukuran porsi hingga 22 persen tanpa membuat seseorang merasa kekurangan.
3. Perbanyak minum air putih
Selama bulan puasa, tubuh terbiasa dengan jadwal minum yang terbatas. Ketika Lebaran tiba, banyak orang justru lebih sering mengonsumsi minuman manis atau bersoda.
Padahal, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Mengonsumsi sekitar enam hingga delapan gelas air setiap hari dapat membantu menjaga energi sekaligus mencegah rasa lelah.
Kebutuhan cairan yang cukup juga dapat membantu mengurangi keinginan makan berlebihan yang sebenarnya disebabkan oleh rasa haus.
4. Sertakan makanan yang baik untuk pencernaan
Hidangan Lebaran umumnya kaya santan, lemak, dan gula. Jika seseorang mengonsumsi makanan berat pada waktu makan siang, sebaiknya menu pada waktu makan berikutnya dibuat lebih ringan.
Pilihan seperti salad, sayuran, buah segar, atau makanan yang dipanggang dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi. Selain itu, makanan tinggi serat seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga dapat membantu memperlancar sistem pencernaan.
5. Batasi konsumsi makanan manis
Kue kering, sirup, dan berbagai makanan penutup biasanya menjadi hidangan khas Lebaran. Namun konsumsi gula berlebihan dapat membuat tubuh cepat lelah serta memicu lonjakan gula darah.
Untuk mengontrol asupan gula, sebaiknya ambil porsi kecil atau membatasi jumlah makanan manis yang dikonsumsi dalam satu waktu. Alternatif lainnya adalah mengganti sebagian makanan penutup dengan buah segar yang lebih kaya serat dan vitamin.
6. Tetap aktif bergerak
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan juga penting dilakukan selama Lebaran. Bergerak dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik.
Aktivitas sederhana seperti berjalan santai setelah makan malam atau melakukan peregangan ringan dapat membantu mengurangi rasa terlalu kenyang. Gerakan ringan juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil selama masa perayaan.
Setelah satu bulan menjalani puasa Ramadan, sistem pencernaan dapat menjadi lebih sensitif terhadap perubahan pola makan. Karena itu, penting untuk memperhatikan sinyal tubuh terkait rasa lapar dan kenyang.
Dengan menjaga porsi makan, memperhatikan jenis makanan, serta tetap aktif bergerak, perayaan Idul Fitri dapat dinikmati tanpa harus mengalami gangguan kesehatan akibat makan berlebihan.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
3

















































