Jangan Salah Pilih, Ini Jenis Kurma yang Cocok Buat Si Diabetes

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Jumat, 27 Feb 2026 06:45 WIB

Tak semua kurma sama. Ini jenis kurma dengan IG lebih rendah yang relatif lebih aman bagi penderita diabetes. Ilustrasi. Bagi penderita diabetes, disarankan lebih selektif dalam memilih kurma selama puasa. (forwimuwi73/Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tidak semua jenis kurma memberikan efek yang sama terhadap kadar gula darah. Karena itu, penderita diabetes perlu lebih selektif sebelum mengonsumsinya.

Kurma merupakan buah dari pohon Phoenix dactylifera yang kaya gula alami, serat, vitamin, dan mineral. Rasa manisnya kerap membuat buah ini dihindari oleh penderita diabetes.

Padahal, jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas, kurma tetap berpotensi menjadi bagian dari pola makan sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah penelitian menunjukkan kandungan serat dalam kurma membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga lonjakan glukosa darah tidak terjadi secara drastis.

Mengutip laporan di Times of India, studi yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine menyebut konsumsi kurma berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah, kolesterol, serta trigliserida, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Kurma juga dinilai dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus yang berperan dalam pengelolaan diabetes dan dislipidemia.

Selain itu, kurma kaya serat, kalium, dan magnesium. Magnesium sendiri berperan penting dalam pengaturan gula darah. Buah ini juga mengandung antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik yang membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, sehingga berpotensi menekan risiko komplikasi diabetes.

Jenis kurma yang relatif lebih ramah untuk diabetes

Beberapa jenis kurma dinilai memiliki indeks glikemik (IG) lebih rendah dibandingkan lainnya:

1. Kurma Deglet Noor

Sering dijuluki 'ratu kurma', Deglet Noor memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding sejumlah jenis lain. Kandungan gulanya berkisar 63-66 gram per 100 gram.

Teksturnya semi-kering dengan rasa manis yang lembut. Kandungan seratnya membantu pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama.

2. Kurma Zahidi

Berwarna keemasan dan bertekstur semi-kering, Zahidi memiliki indeks glikemik sekitar 35-50. Kandungan seratnya cukup tinggi sehingga membantu pengendalian berat badan. Meski demikian, Zahidi tetap mengandung sukrosa dalam jumlah signifikan sehingga konsumsinya perlu dibatasi.

3. Kurma Thoory

Dikenal sebagai "kurma roti" karena teksturnya yang lebih kering, Thoory memiliki indeks glikemik sekitar 35-45. Kandungan gulanya berkisar 60-65 gram per 100 gram. Karena kadar gulanya relatif lebih rendah dibanding beberapa jenis lain, Thoory dinilai lebih baik bagi penderita diabetes.

4. Kurma Khudri

Khudri berwarna cokelat gelap dan mengandung sekitar 60 gram gula alami per 100 gram. Meski tetap tinggi gula, kandungan seratnya dapat membantu mengontrol respons gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah kecil.

5. Kurma Ajwa

Ajwa memiliki indeks glikemik rendah serta kaya antioksidan dan serat. Kandungan kalium dan magnesiumnya juga dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung, yang penting diperhatikan oleh penderita diabetes.

Jenis kurma yang sebaiknya dibatasi

Beberapa jenis kurma mengandung gula lebih tinggi sehingga kurang ideal jika dikonsumsi berlebihan.

1. Kurma Medjool

Dikenal sebagai 'raja kurma', Medjool mengandung sekitar 66-70 gram gula per 100 gram. Rasanya sangat manis dan teksturnya lembut. Karena kadar gulanya tinggi, konsumsinya sebaiknya dibatasi.

2. Kurma Barhi

Memiliki tekstur sangat lembut dengan rasa menyerupai mentega, Barhi juga tergolong tinggi gula sehingga kurang dianjurkan bagi penderita diabetes.

3. Kurma Halawi

Rasanya mirip karamel dengan kandungan gula sekitar 64-70 gram per 100 gram. Tingginya fruktosa dan glukosa membuatnya kurang cocok dikonsumsi berlebihan oleh penderita diabetes.

Meski beberapa jenis memiliki indeks glikemik lebih rendah, kurma tetap mengandung gula alami dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu, penderita diabetes disarankan membatasi konsumsi, misalnya satu hingga dua butir per sekali makan, serta memadukannya dengan sumber protein atau lemak sehat untuk membantu menstabilkan gula darah.

Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga penting untuk menyesuaikan pola makan dengan kondisi masing-masing, terutama bagi mereka yang memiliki diabetes gestasional atau kadar gula darah yang belum terkontrol.

Dengan pemilihan jenis yang tepat dan porsi yang terjaga, kurma tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan sehat bagi penderita diabetes.

(nga/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi