Kades Hoho Banjarnegara Dikeroyok, Propam Polda Jateng Turun Tangan

13 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Bid Propam Polda Jawa Tengah (Jateng) turun tangan mendalami kasus dugaan pengeroyokan terhadap Kepala Desa (Kades) Purwasaba Banjarnegara, Hoho Alkaf.

Propam Polda Jateng turun tangan karena Hoho mengadukan Kapolsek Mandiraja, AKP Akbarul Hamzah ke bidang profesi pengamanan tersebut.

Sementara terkait dugaan pengeroyokan kades oleh anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau organisasi kemasyarakatan (ormas),  Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto mengatakan Polres Banjarnegara masih menyelidiki kronologi dari peristiwa yang terjadi Rabu (11/3) lalu itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Polres Banjarnegara sedang menyelidiki kasus tersebut. Berita yang beredar di media sosial itu kan belum tentu terverifikasi dengan baik," kata Artanto, Senin (16/3) seperti dikutip dari detikJateng.

Menurut Artanto, jajaran Polres Banjarnegara masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan fakta yang terjadi di lapangan. Propam Polda Jateng pun mendalami kasus tersebut, usai informasi itu viral di media sosial.

"Propam juga sedang melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Informasinya di media sosial kan baru sepihak, faktanya belum tahu masih dilakukan penyelidikan," ungkapnya.

Sebelumnya, Kades Hoho mengaku menjadi korban pemukulan oleh anggota LSM usai menghadiri audiensi terkait penjaringan perangkat, Rabu (11/3) lalu. Ia menyebut peristiwa pengeroyokan itu terjadi setelah audiensi kedua yang membahas polemik hasil seleksi perangkat desa. Hoho mengatakan anggota LSM itu berang karena gagal lolos penyaringan jadi perangkat desa.

"Intinya kita baru ada penjaringan dan penyaringan perangkat desa. Tiga formasi kadus [kepala dusun]. Terus ada anggota LSM mendaftar, mengikuti tahapan dari awal sampai ujian. Terus tidak lolos, nilainya jelek," kata Hoho, Senin kemarin.

Audiensi pun sudah dilakukan dua kali dan para pihak menyatakan tak ada pelanggaran. Usai dinyatakan selesai, Hoho mengaku keluar dari ruangan. Namun, saat keluar dari pintu gedung, ia tiba-tiba diserang sejumlah orang.

"Saya begitu keluar pintu langsung dihujani pukulan dari belakang, samping. Sampai topi saya lepas, tapi enggak sampai jatuh. Sampai depan mobil, saya dari depan ditodong langsung dipukul, kacamata saya patah. Baru ada barikade [kepolisian]," ujarnya.

"Jadi dari Polres secara pengamanan juga kurang siap. Kalau dari Polres dibarikade dari depan pintu, pasti saya aman, enggak akan saya bajunya rusak, atributnya copot, kacamata pecah," lanjut kades nyentrik tersebut.

Ia menyebut setelah berhasil masuk ke mobil, dirinya langsung meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah. Terkait kejadian tersebut, Hoho mengaku telah melaporkan Kapolsek Mandiraja, AKP Akbarul Hamzah, ke Propam Polda Jateng.

"Saya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik profesi polisi, karena berat sebelah, lebih melihat ke LSM padahal seharusnya netral, tidak antisipasi kericuhan," jelasnya.

"Terus mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dari polisi apalagi Kapolsek. Dia mengeluarkan kata arogan (seperti) suruh disikat, dihajar," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto membenarkan Kapolsek Mandiraja dilaporkan ke Propam Polda Jateng akibat kasus dugaan pengeroyokan yang dialami Kades Hoho tersebut. Pihaknya pun menyerahkan kasus itu kepada Propam Polda Jateng.

"Kami juga menerima informasi itu (Kapolsek dilaporkan ke Propam) dan akan menyerahkan ke Propam Polda Jateng untuk mendalami. Intinya Kapolsek bertindak di lapangan sesuai situasi dan atas permintaan panitia," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, peristiwa bermula dari audiensi terkait penjaringan perangkat desa di Desa Purwasaba. Polisi saat itu telah melakukan pengamanan, dipimpin Kapolsek Mandiraja.

"Audiensi tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga terjadi ketegangan, situasi memanas. Atas permintaan panitia, semuanya dibubarkan, dikeluarkan dari aula balai desa," terangnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian melakukan pengamanan terhadap Kades Hoho sejak keluar dari balai desa, hingga tiba di rumahnya. Ia menyebut hanya ada teriakan, tetapi tak ada tindakan kekerasan.

"Tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya konfirmasi ke Kapolsek yang mengawal ketat, saat menuju mobil memang kacamatanya dan papan namanya jatuh, tapi sudah diambilkan. Enggak ada pengeroyokan, semua kondusif," tuturnya.

Sementara itu video yang memperlihatkan Kades Hoho  dikerumuni massa itu viral di media sosial. Kades Hoho mengaku dirinya dikeroyok hingga kacamatanya patah.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi