CNN Indonesia
Kamis, 26 Mar 2026 17:00 WIB
Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Manggarai Barat, CNN Indonesia --
Taman Nasional Komodo (TNK) di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional.
Kawasan yang menjadi rumah bagi komodo, hewan endemik Indonesia ini, berhasil menduduki peringkat kedua sebagai tempat terindah di dunia versi majalah perjalanan Time Out.
Pencapaian ini menjadikan TNK mengungguli sejumlah destinasi ikonik dunia lainnya. Dalam daftar tersebut, Lembah Douro di Portugal berada di peringkat keempat, sementara Big Sur di Amerika Serikat menempati urutan kelima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, keindahan TN Komodo juga dinilai berada di atas keajaiban alam lain seperti Victoria Falls di Afrika yang juga masuk dalam jajaran nominasi. Puncak daftar tersebut diraih oleh Picos de Europa atau yang dikenal sebagai 'Puncak Eropa', sebuah gugusan pegunungan di utara Spanyol.
Terletak sekitar 20 kilometer dari bibir pantai dan merupakan bagian dari Pegunungan Cantabrian, kawasan ini membentang melintasi wilayah Asturias, Cantabria, serta Castile dan Leon dengan puncak tertingginya, Torre de Cerredo, yang menjulang setinggi 2.650 meter.
Mendapatkan kabar baik ini, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, yang kerap disapa Hengki, mengaku senang dan bangga.
Menurutnya, peringkat ini merupakan penghargaan dunia internasional atas kesadaran, komitmen, dan aksi kolektif dari berbagai pihak yang telah bekerja keras menjaga wilayah tersebut.
"Ini merupakan penghargaan dunia internasional atas kesadaran, komitmen dan aksi kolektif dari para pihak untuk menjaga dan mempertahankan reputasi ini," ungkap Hengki saat dikonfirmasi CNNindonesia.com di Labuan Bajo, Kamis (26/3) pagi.
Ia menekankan bahwa keindahan dan kelestarian TNK bukan hanya milik generasi saat ini, melainkan warisan yang harus dijaga untuk masa depan.
Oleh karena itu, keberadaan BTNK hadir untuk memastikan pengelolaan kawasan dilakukan dengan baik dan benar sesuai kaidah konservasi, sehingga tetap menjadi destinasi wisata terfavorit dunia.
"Kondisi ini harus bisa diwariskan ke generasi selanjutnya. Sebab, keindahan TN Komodo tidak hanya dinikmati dan diapresiasi oleh generasi saat ini, tapi juga untuk generasi-generasi selanjutnya," ujarnya.
Hengki menegaskan prestasi ini tidak bisa dipertahankan sendirian. Dukungan dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat lokal, hingga wisatawan, menjadi kebutuhan dasar agar reputasi TNK sebagai salah satu keajaiban dunia tetap terjaga. "Dukungan dari semua pihak adalah sebuah kebutuhan dasar," katanya.
(lou/wiw)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1

















































