Kenapa Orang Baik Justru Sering Dikhianati? Ini Penjelasannya

8 hours ago 12

CNN Indonesia

Rabu, 25 Mar 2026 20:00 WIB

Tidak sedikit orang yang dikenal baik justru merasa memiliki sedikit teman dekat atau bahkan pernah mengalami pengkhianatan dalam hubungan pertemanan. Ilustrasi. Ada beberapa alasan orang baik sering dikhianati. (iStock/Prostock-Studio)

Jakarta, CNN Indonesia --

Tidak sedikit orang yang dikenal baik justru merasa memiliki sedikit teman dekat atau bahkan pernah mengalami pengkhianatan dalam hubungan pertemanan.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang dikenal baik biasanya memiliki sikap empati, murah hati, serta bersedia membantu orang lain tanpa pamrih. Sifat-sifat tersebut membuat mereka sering dipandang sebagai sosok yang menyenangkan untuk berada di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sebagian orang baik justru merasa bahwa kebaikan yang mereka berikan tidak selalu dibalas dengan sikap yang sama. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan merasa dimanfaatkan atau diabaikan oleh orang-orang di sekitarnya.

Mengutip dari Beautynesia, dalam kajian psikologi, kondisi ini bukan hal yang jarang terjadi. Ada sejumlah faktor yang dapat menjelaskan mengapa orang yang dikenal baik terkadang mengalami dinamika hubungan sosial yang tidak seimbang.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa alasan yang sering dibahas dalam psikologi mengenai fenomena tersebut.

1. Sulit menetapkan batasan dalam hubungan

Salah satu penyebab utama adalah kesulitan menetapkan batasan pribadi. Banyak orang yang dikenal baik cenderung mudah mengatakan 'ya' ketika diminta bantuan, bahkan ketika hal tersebut sebenarnya menguras waktu atau energi mereka.

Sikap ini pada awalnya dapat membuat mereka terlihat sebagai sosok yang dapat diandalkan. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa batasan yang jelas, sebagian orang di sekitar mereka bisa mulai menganggap bantuan tersebut sebagai sesuatu yang wajar atau bahkan kewajiban.

Konselor sekaligus profesor di Northern Illinois University, Suzanne Degges-White menjelaskan bahwa hubungan pertemanan yang sehat membutuhkan keseimbangan.

"Jika Anda tidak hadir untuknya, jangan heran jika dia tidak hadir untuk Anda. Persahabatan dibangun atas dasar saling menguntungkan dan timbal balik, hadirlah untuknya, agar dia juga hadir untuk Anda," tulisnya, dalam Psychology Today.

Tanpa keseimbangan tersebut, hubungan sosial dapat berkembang menjadi hubungan yang tidak sehat.

2. Mengabaikan kebutuhan diri sendiri

Ilustrasi SenyumIlustrasi. Ada beberapa alasan yang membuat orang baik kerap dikhianati. (br_ruy/Pixabay)

Orang yang sangat peduli pada orang lain terkadang justru kesulitan mengakui bahwa mereka juga membutuhkan dukungan. Mereka cenderung menahan diri untuk tidak meminta bantuan karena khawatir merepotkan orang lain.

Padahal, dalam hubungan yang sehat, saling membantu merupakan bagian penting dari kedekatan emosional. Ketika seseorang selalu menempatkan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri, hubungan pertemanan bisa menjadi tidak seimbang.

Penelitian juga menunjukkan bahwa membuka diri dan meminta dukungan justru dapat memperkuat ikatan antar-individu karena menciptakan rasa saling percaya.

3. Terlalu banyak membantu orang sekaligus

Sifat suka menolong juga dapat membuat seseorang terjebak dalam situasi di mana ia berusaha membantu terlalu banyak orang sekaligus. Mereka mungkin aktif membantu rekan kerja, selalu hadir dalam berbagai kegiatan sosial, atau menjadi tempat curhat bagi banyak orang.

Meski terlihat positif, kondisi ini dapat menyisakan sedikit waktu dan energi untuk membangun hubungan yang benar-benar mendalam.

Akibatnya, seseorang mungkin memiliki banyak kenalan, tetapi tidak memiliki hubungan pertemanan yang benar-benar dekat.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.. 

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi