Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan armada Global Sumud Flotilla (GSF) memberikan kesaksian usai ditangkap pasukan Israel di perairan internasional.
Rahendro Herubowo, yang merupakan eks jurnalis INews, mengatakan bahwa dirinya sempat mengalami penyiksaan, mulai dari ditendang, diinjak, hingga disetrum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengalami beberapa kekerasan. Ditendang, mungkin 3-4 kali di bagian depan. (Bagian) belakang juga saya diinjak. Dan terakhir disetrum," kata Heru, sapaannya, saat ditanya aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi dalam video yang diunggah di akun @chikifawzi.
Heru juga mengaku penyiksaan yang dialaminya membuat tubuhnya terasa nyeri ketika batuk.
"Jadi saya kalau batuk, sakit ketarik di sini. Mudah-mudahan sih enggak kenapa-kenapa. Kalau nanti di sini harus ada pemeriksaan lanjutan, nanti kita di rumah sakit Indonesia saja," ucapnya.
Heru menuturkan ia langsung melakukan tes kesehatan setibanya di Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5) bersama para relawan GSF lain. Ia juga akan melakukan konsultasi mengenai peristiwa yang dialami.
Sama seperti Heru, Andre Prasetyo Nugroho selaku jurnalis Tempo TV, juga mengaku mengalami penganiayaan saat diculik oleh tentara Israel. Ia dipaksa menunduk dalam-dalam, dengan tangan terikat kencang ke belakang, dan disetrum.
Andre bercerita, mulanya pasukan Israel berlaku baik ketika mengintersepsi kapal armada GSF.
"Everything is okay, it's fine, it's fine [kata pasukan Israel]. Begitu masuk ke kapal gedenya, bak buk bak buk (menirukan suara pukulan), teroris! (menirukan suara teriakan pasukan israel). Saya lihat Thoudy (WNI relawan lain) sudah lemas, sudah mau mati," ucap Andre.
Andre menyebut penyiksaan itu lebih parah ketika para relawan tiba di Kota Ashdod, Israel.
"Pas sudah sampai Ashdod, di tanah, wah itu paling keji. Enggak bisa saya maafin. Kepala saya mungkin ini cekung. Saya tahan pakai kepala, pakai jidat. Tangan saya diikat ke belakang, diikat terlalu kencang, akhirnya peredaran darah enggak jalan dan itu bikin saya mau pingsan. Ini (menunjukkan pergelangan tangan) ditarik-tarik," tuturnya.
Sembilan WNI yang berpartisipasi dalam armada Global Sumud Flotilla tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis usai diculik selama beberapa hari oleh pasukan Israel.
Kesembilan WNI ditangkap di perairan internasional saat berlayar bersama GSF menuju Jalur Gaza, Palestina, guna menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade Israel.
Para WNI dipulangkan melalui Turki berkat koordinasi erat pemerintah dan perwakilan RI serta pihak-pihak lain dengan otoritas terkait.
Kesembilan WNI, yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho jurnalis Tempo TV, Rahendro Herubowo eks jurnalis INews, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
GPCI tergabung dalam armada GSF yang ikut berlayar membawa misi kemanusiaan ke Gaza.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah mengecam keras Israel karena menyiksa para WNI relawan. Ia menegaskan segala bentuk tindakan yang tak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
GSF adalah inisiatif sipil damai yang bertujuan menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Sekitar 430 relawan dari 39 negara berpartisipasi dalam aksi ini. Mereka termasuk warga negara Indonesia.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
4

















































