Kisah RoyalKueID, Tumbuh Bersama Ekosistem Pemberdayaan BRI

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebutuhan akan makanan yang praktis dan mudah disajikan mendorong pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berinovasi menghadirkan produk yang relevan. Salah satunya dilakukan oleh Bakpao Gandum RoyalKueID, kuliner asal Jakarta Utara yang memproduksi bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan maupun camilan keluarga.

Dengan cita rasa sesuai selera keluarga, bakpao ini menjadi alternatif yang mudah dinikmati, terutama bagi anak-anak. Co-founder Bakpao Gandum RoyalKueID, Yusnianti menuturkan bahwa usaha tersebut berawal dari inisiatif sederhana yang kemudian berkembang menjadi peluang bisnis.

"Awalnya ide sudah mulai muncul di 2023, kita produksi untuk konsumsi sendiri kemudian mulai berani menawarkan ke kerabat dan teman di akhir tahun 2023. Dulu kami hanya buka PO di kalangan sendiri dan ternyata responsnya baik sehingga memberi kami keberanian dan peluang untuk membuka outlet pertama kami di akhir tahun 2024," ujar Yusnianti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring perkembangan usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID kini memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga B2B dan partisipasi dalam berbagai pameran. Jangkauan pasar pun terus meluas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pembeli antarkota hingga antarpulau.

Dalam mendukung operasional usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi dengan para reseller, sehingga proses pembayaran menjadi lebih praktis.

Di sisi lain, Yusnianti juga aktif meningkatkan kemampuan dalam mengelola usahanya melalui platform LinkUMKM BRI sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan usaha. Ia menuturkan dorongan memanfaatkan LinkUMKM BRI muncul sejak membuka outlet pertama di akhir 2024, guna menambah pengetahuan.

"Puji Tuhan, kami mendapat saran dari kerabat yang telah bergabung dengan LinkUMKM BRI. Dari situ saya mulai mencari lebih banyak informasi melalui berbagai sumber, termasuk media sosial dan website. Saya masih ingat, kelas pertama yang saya ikuti adalah setelah Lebaran tahun 2025," katanya.

BRI melalui platform LinkUMKM secara konsisten terus menyediakan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pengusaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny menyampaikan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi BRI dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan yang terintegrasi, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas usaha melalui digitalisasi dan pendampingan. LinkUMKM BRI turut membuktikan komitmen BRI untuk mendorong UMKM naik kelas, serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan

"Pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh. BRI melalui LinkUMKM dan berbagai layanan digital seperti QRIS terus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing secara berkelanjutan," pungkas Dhanny.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi