Kisah Sukses UMKM Bandeng Juwana Elrina, Sinergi Pemberdayaan BRI

16 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu jalur mudik di Pulau Jawa, Kota Semarang, dikenal sebagai surga oleh-oleh. Salah satu nama yang populer adalah Bandeng Juwana Elrina, yang telah bertahan selama puluhan tahun.

Jason Nathaniel Kusmadi, selaku cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina mengungkapkan bahwa Bandeng Juwana Elrina bermula dari keinginan almarhum kakeknya untuk memiliki usaha sendiri agar dapat menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri. Karena keterbatasan modal, sang kakek akhirnya terinspirasi berjualan bandeng yang banyak dijual di sekitar rumahnya saat itu.

Dari sana, keluarga akhirnya mencoba memasak bandeng sendiri dan menjualnya di depan rumah. Usaha tersebut resmi dimulai pada 3 Januari 1981, dalam bentuk sangat sederhana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan toko besar seperti sekarang, melainkan hanya sebuah stand kecil yang menempel di rumah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus praktik dokter," kata Jason.

Pada 1984, tiga tahun setelah berdiri, stand kecil di depan rumah itu berkembang menjadi toko oleh-oleh. Produk utamanya tetap bandeng duri lunak atau bandeng presto yang menjadi ciri khas.

Seiring waktu, variasi produk pun terus bertambah. Kini pelanggan bisa menemukan berbagai olahan bandeng seperti bandeng asap, bandeng dalam sangkar, otak-otak bandeng, hingga boneless bandeng.

Inovasi tidak berhenti di situ. Jason menyadari, menjual satu jenis produk saja tidak cukup untuk bertahan dalam perkembangan persaingan bisnis oleh-oleh yang pesat.

"Bandeng masih jadi produk yang utama, tapi kalau hanya jualan bandeng, tentu akan sulit bersaing dengan yang lain. Jadi, kita berinovasi dengan memproduksi wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia," ujar Jason.

Selain memproduksi sendiri, Bandeng Juwana Elrina juga membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar Semarang untuk titip produk. Berbagai produk khas daerah seperti moci, jenang, keripik, hingga abon kini bisa ditemukan di Toko Bandeng Juwana Elrina. Konsep ini membuat toko berkembang menjadi one stop shopping oleh-oleh bagi wisatawan maupun pemudik.

"Jadi idenya adalah kalau orang datang ke Bandeng Juwana, cari oleh-olehnya ya sudah di sini saja," kata Jason.

Kolaborasi dengan BRI Bantu UMKM dan Pelanggan

Dalam perjalanan bisnisnya, Bandeng Juwana Elrina menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BRI yang memberikan berbagai dukungan, mulai dari akses pembiayaan, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga membantu pengurusan izin usaha seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal.

Di area toko, juga terdapat BRI Corner yang menjual berbagai produk kerajinan dan pernak-pernik yang tidak tersedia di toko utama. Kolaborasi ini juga menghadirkan berbagai promo bagi pelanggan, seperti cashback, tukar poin, hingga program tebus murah.

Lebih lanjut, Jason menyoroti peningkatan jumlah pengunjung toko di periode Ramadan dan Lebaran. Menurutnya, puncak keramaian Bandeng Juwana Elrina justru terjadi setelah Hari Raya Idulfitri.

"Kalau Lebaran itu ramainya justru setelah Lebaran, saat arus balik. Orang-orang yang kembali ke kota asal biasanya mampir membeli oleh-oleh," tutur Jason.

Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan bahwa BRI terus memberikan dukungan bagi pelaku usaha dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan, sehingga pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.

"Kisah dari pelaku usaha Bandeng Juwana Elrina di Semarang menjadi salah satu contoh dengan pendanaan usaha dan pemberdayaan dari BRI, pelaku usaha bisa terus berkembang usahanya dan menjadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha di daerah lainnya," pungkas Dhanny.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi