Jakarta, CNN Indonesia --
Kisah tragis Arsenal 20 tahun silam kembali terulang. Berhasil cetak gol lebih dulu namun berujung kekalahan di final Liga Champions.
Arsenal memang tak punya rekam jejak gemilang di pentas Eropa. Tim asal London Utara ini baru dua kali lolos ke final Liga Champions yang semuanya berujung kegagalan.
The Gunners kali pertama menapakkan kaki di partai puncak Liga Champions pada musim 2005/2006. Kala itu, Arsenal dinakhodai pelatih legendaris, Arsene Wenger.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsenal datang dengan kekuatan penuh. Sejumlah bintang ternama macam Thierry Henry, Dennis Bergkamp, hingga Cesc Fabregas, siap untuk mewujudkan mimpi.
Thierry Henry dan kawan-kawan sukses melaju ke final dengan rekor tak terkalahkan. Tak pelak, ambisi untuk mengukir sejarah pun membumbung tinggi.
Tim Meriam London tak gentar meski harus berhadapan dengan raksasa Spanyol, Barcelona, di partai puncak. Mereka bahkan sempat unggul lebih dulu lewat aksi Sol Campbell di babak pertama.
Sayangnya, Barcelona mampu mencetak dua gol balasan di babak kedua melalui gol-gol Samuel Eto'o dan Belletti. Mimpi Arsenal untuk meraih gelar Liga Champions untuk kali pertama pun pupus.
Setelah 20 tahun berlalu, Arsenal kembali melaju ke final Liga Champions 2025/2026. Mimpi untuk mencetak sejarah kembali menyala.
Terlebih tim arahan Mikel Arteta punya motivasi berlipat ganda setelah sukses menjuarai Liga Inggris. Bukayo Saka dan kolega siap mati-matian untuk merebut takhta tertinggi yang belum pernah mereka raih.
Kai Havertz berhasil membawa Arsenal unggul lebih dulu saat laga baru berusia enam menit. Keunggulan ini bertahan hingga jeda turun minum.
Sayangnya, PSG mampu menyamakan kedudukan di babak kedua lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir.
Kedua tim tak mampu menghasilkan tambahan gol di masa perpanjangan waktu sehingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.
Nahas bagi Arsenal, mereka kembali harus menelan pil pahit di akhir laga. PSG menang adu penalti dengan skor 4-3 setelah Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penalti penentu.
Mimpi Arsenal untuk cetak sejarah kembali kandas seperti 20 tahun lalu. Sempat unggul lebih dulu, kemudian menangis di akhir laga.
(jun/jun/sry)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
8














































