Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi Global, Jusuf Kalla Peringatkan Potensi Defisit APBN dan Risiko Gagal Bayar Utang Negara

3 hours ago 1
Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengingatkan pemerintah agar segera mengevaluasi kebijakan anggaran negara di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Peringatan tersebut disampaikan menyusul potensi lonjakan harga energi dunia akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi menekan kondisi fiskal Indonesia.

Menurut Jusuf Kalla, konflik di kawasan produsen minyak utama tersebut dapat memicu kenaikan harga minyak dunia secara signifikan. Jika hal itu terjadi, beban subsidi energi dalam negeri diperkirakan akan meningkat tajam sehingga berisiko memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menilai pemerintah harus bersiap melakukan penyesuaian kebijakan fiskal agar tekanan terhadap anggaran negara tidak semakin besar.

"Kalau defisit terus, kita bisa gagal bayar," katanya menegaskan saat menanggapi dampak konflik Timur Tengah terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Pernyataan tersebut merujuk pada kemungkinan pemerintah menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang apabila tekanan terhadap APBN terus meningkat tanpa diimbangi peningkatan penerimaan negara. Dalam situasi seperti itu, kemampuan fiskal pemerintah akan semakin terbatas, terutama jika belanja negara meningkat lebih cepat dibandingkan pemasukan.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah selama ini dikenal memiliki dampak langsung terhadap stabilitas pasar energi global. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia, sehingga setiap eskalasi konflik sering memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi internasional. Kekhawatiran tersebut biasanya diikuti lonjakan harga minyak yang berdampak luas terhadap perekonomian global.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi