Krisis Memori Global Hambat Pasokan MacBook Air hingga Sebulan

1 hour ago 2

Selular.ID – Apple menghadapi kendala pasokan serius pada lini laptop paling populernya, MacBook Air, akibat krisis kelangkaan komponen memori (Random Access Memory/RAM) secara global pada Agustus 2026.

Laporan toko resmi Apple online mencatat pengiriman unit MacBook Air mengalami penundaan (backorder) dari dua hingga tiga minggu untuk varian standar.

Sementara konfigurasi dengan kapasitas RAM 32 GB terhambat hingga empat sampai lima minggu.

Kendala pengiriman yang dipicu lonjakan permintaan komponen memori oleh pusat data kecerdasan buatan (AI data center) ini terjadi tak lama setelah Apple menaikkan harga jajaran perangkat Mac dan iPad.

Pada Juni 2026, harga MacBook Air M5 resmi mengalami kenaikan sebesar 200 dolar AS. Meski harga jual telah disesuaikan, keterbatasan stok komponen semikonduktor tetap menghambat pemenuhan pesanan konsumen di berbagai wilayah.

Analis industri dari Bloomberg, Mark Gurman, melaporkan bahwa ketersediaan MacBook Air di jaringan toko ritel Apple berada dalam kondisi sangat terbatas.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Karyawan ritel Apple mengungkapkan bahwa kelangkaan stok MacBook Air kali ini merupakan yang terparah yang pernah mereka alami.

Kevan Parekh, Chief Financial Officer Apple, beserta Tim Cook sebelumnya mengisyaratkan bahwa tekanan pada rantai pasok komponen memori ini belum akan mereda dalam waktu dekat.

Dampak Kelangkaan RAM pada Industri Komputer Personal
Krisis memori berskala global ini berakar dari tingginya alokasi produksi chip memori oleh produsen utama seperti Samsung Electronics untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pemrosesan AI generatif.

Beralihnya fokus pabrikan semikonduktor ke chip memori berkinerja tinggi (High Bandwidth Memory) mengurangi porsi produksi RAM standar untuk komputer personal.

Kondisi ini memaksa produsen perangkat keras, termasuk Apple dan kompetitornya, menghadapi kenaikan biaya produksi sekaligus keterbatasan pasokan.

Langkah Apple menaikkan harga perangkat hingga 200 dolar AS terbukti belum cukup untuk menyeimbangkan dinamika ketersediaan barang di pasar.

Analisis pasar menunjukkan bahwa kelangkaan memori diproyeksikan dapat berlanjut hingga tahun-tahun mendatang seiring belum seimbangnya antara kapasitas produksi pabrik semikonduktor dengan pertumbuhan konsumsi memori skala industri.

Guna mengatasi hambatan pasokan di wilayah tertentu, Apple dikabarkan mulai menjajaki kerja sama dengan pemasok memori lokal untuk unit yang dipasarkan di kawasan Tiongkok.

Selain itu, produsen yang berbasis di Cupertino, California tersebut mengarahkan fokus pemasaran ke model MacBook Pro 14 inci serta mendorong program sewa perangkat (Apple Upgrade program) untuk memberikan fleksibilitas pembayaran bagi konsumen.

Alternatif Konsumen dan Hambatan Rantai Pasok
Di tengah tertundanya pengiriman lewat toko resmi Apple, sebagian konsumen beralih membeli unit dari saluran distributor pihak ketiga seperti Amazon yang masih memiliki simpanan stok dengan waktu pengiriman lebih singkat.

Sebagian konsumen lainnya memilih opsi unit refurbished resmi Apple untuk mendapatkan perangkat bergaransi tanpa harus menunggu masa indent yang panjang.

Pergeseran pasokan ini juga memberi ruang bagi produsen PC berbasis sistem operasi Windows untuk menawarkan alternatif.

Lini laptop seperti Lenovo Yoga Slim 7x, Lenovo Yoga Slim 7i Aura, serta Dell XPS 13 menjadi opsi substitusi yang tersedia di pasar bagi pengguna yang membutuhkan perangkat komputer portabel dalam waktu dekat.

Implikasi dari krisis memori ini diproyeksikan akan memicu penyesuaian harga dan jadwal rilis produk teknologi secara lebih luas hingga akhir 2026.

Baca Juga:MacBook Air Langka di Pasaran, Ternyata Ini Penyebabnya

Dengan proyeksi pemulihan rantai pasok yang masih memakan waktu, efisiensi alokasi komponen memori akan menjadi faktor kunci bagi vendor smartphone dan komputer dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan produk di pasar global.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi