Jakarta, CNN Indonesia --
Aksi penembakan dan adu tembak terjadi di dekat Gedung Putih, Washington DC, pada Sabtu (23/5) petang waktu setempat. Presiden Donald Trump dilaporkan dalam kondisi baik.
Pelaku penembakan dilaporkan tewas ditembak petugas Secret Service yang berjaga. Sementara itu, seorang warga sipil dilaporkan terkena tembakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi penembakan di dekat Gedung Putih.
Kejadian itu terjadi sekitar satu jam setelah Gedung Putih menetapkan "press lid" pada pukul 17.06 waktu setempat. Hal itu menandakan tidak ada agenda lanjutan Presiden Donald Trump pada hari itu.
Setelah itu, seperti diberitakan CNN, sejumlah jurnalis dan staf pers mulai meninggalkan area Gedung Putih.
Sekitar setelah pukul 18.00, seseorang terduga pelaku penembakan mendekati pos pemeriksaan di luar kompleks Gedung Putih di sekitar antara 17th Street dan Pennsylvania Avenue, dan mulai menembaki petugas.
Petugas Secret Service membalas tembakan dan mengenai pelaku. Namun, pelaku akhirnya meninggal di rumah sakit di sekitar lokasi. Sementara itu, dilaporkan tidak ada petugas Secret Service yang terluka.
Dalam insiden tersebut, seorang warga sipil turut terkena peluru. Seorang pejabat penegak hukum mengatakan warga yang terkena tembakan berada dalam kondisi kritis.
"Selama penembakan, seorang warga juga terkena peluru. Masih belum jelas apakah warga tersebut terkena tembakan awal atau saat baku tembak berikutnya," kata juru bicara Secret Service.
Gedung Putih lockdown
Presiden Donald Trump dipastikan berada di kediamannya dan tidak terdampak insiden penembakan tersebut. Namun, tak lama setelah kejadian baku tembak, sejumlah jurnalis CNN mendengar puluhan suara tembakan di dekat Gedung Putih.
Hal itu memicu lockdown selama kurang lebih 40 menit di area pers. Para jurnalis di North Lawn kemudian diarahkan masuk ke ruang pers untuk berlindung, sementara petugas melakukan pengamanan di lokasi.
CNN menghitung sekitar 24 jurnalis berlindung di ruang tersebut selama lockdown, termasuk fotografer, produser, jurnalis foto, dan koresponden.
Selina Wang, koresponden utama Gedung Putih ABC News, mengunggah video di X yang menunjukkan momen ketika dugaan tembakan terjadi dan ia langsung tiarap untuk berlindung.
"Saya sedang merekam video di North Lawn Gedung Putih dengan iPhone untuk media sosial ketika kami mendengar tembakan. Kedengarannya seperti puluhan tembakan. Kami diminta berlari ke ruang pers di mana kami sekarang berlindung," tulis Selina Wang.
Agen Secret Service bersenjata laras panjang terlihat bergerak di area North Lawn setelah insiden dan memblokir ruang pers Gedung Putih. Situasi akhirnya kembali terkendali dan status lockdown dicabut sekitar pukul 18.45 pada Sabtu (23/5) waktu setempat.
Insiden ini terjadi setelah beberapa pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Wakil Presiden JD Vance, terekam kamera CNN meninggalkan area Gedung Putih.
Insiden penembakan dan baku tembak terjadi kurang dari sebulan setelah White House Correspondents' Dinner, ketika jurnalis dan pejabat pemerintahan Trump juga berlindung saat tembakan terdengar.
(van/end)
Add
as a preferred source on Google

18 hours ago
6

















































