Jakarta, CNN Indonesia --
Operator liga Malaysia (MFL) tidak mau membuat keputusan yang terburu-buru terkait pemain naturalisasi yang terkait kasus dokumen palsu.
Presiden MFL, Datuk Ab Ghani Hassan, menyatakan bakal mengambil tindakan setelah ada keputusan resmi dari Komite Disiplin dan Etik Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
"Di level liga Malaysia, MFL akan merilis pernyataan terkait status pemain setelah AFC membuat pengumuman," ucap Hassan dikutip dari Bernama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada empat dari tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang tersangkut kasus dokumen palsu bermain di liga Negeri Jiran yakni Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, dan Gabriel Palmero.
Selain Palmero yang membela Kuching City, tiga pemain lainnya merupakan pemain Johor Darul Ta'zim.
Sedangkan tiga pemain naturalisasi Malaysia lainnya yang juga bermasalah adalah Facundo Garces, Imanol Machuca, dan Manuel Hidalgo.
Pekan lalu Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) sudah mengeluarkan pernyataan menolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait keputusan FIFA menyangkut kasus dokumen palsu tujuh pemain naturalisasi tersebut.
CAS hanya mengubah sanksi yang sebelumnya dijatuhkan FIFA sehingga para pemain kini memungkinkan berlatih dan berpartisipasi dalam kegiatan terkait sepak bola dengan klub masing-masing.
Komite Etik dan Disiplin AFC saat ini masih akan bersidang dan mengambil keputusan berdasar respons dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Sekjen FAM, Datuk Seri Windsor Paul, menyatakan kemungkinan akan ada keputusan dalam tujuh hingga sepuluh hari ke depan.
Windsor juga menjelaskan timnas Malaysia juga akan tetap bertanding melawan Vietnam dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 yang akan berlangsung akhir Maret 2026.
(nva/jun)

1 hour ago
1
















































