Mahasiswi di Makassar Diduga Disekap Usai Melamar Kerja Lewat Medsos

4 hours ago 1

Makassar, CNN Indonesia --

Seorang mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penyekapan setelah melamar pekerjaan melalui media sosial. Polisi pun mengejar pelaku yang telah kabur lebih dulu.

"Jadi saat kami menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga ada seorang gadis disekap di salah satu rumah, petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi tersebut," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, Rabu (13/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Tamalate, dan kini telah diamankan untuk mendapatkan pendampingan serta menjalani proses hukum.

"Setelah tiba di TKP, kami benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat," ujar Latif.

Berdasarkan keterangan awal korban, peristiwa bermula saat melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan diterima, korban diminta datang ke sebuah rumah yang disebut sebagai lokasi terkait pekerjaan tersebut.

"Menurut keterangan korban, awal mula kejadian bermula saat korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian," katanya.

Latif mengaku belum mengetahui pasti jenis pekerjaan yang dilamar oleh korban. Namun, korban mengaku diminta datang sekaligus menginap di rumah tersebut.

Selain dugaan penyekapan, polisi juga mendalami kemungkinan adanya tindak kekerasan seksual berdasarkan keterangan awal yang disampaikan korban.

"Untuk jenis pekerjaan yang dilamar, kami masih belum bisa memastikan. Namun berdasarkan keterangan korban, dia melamar kerja lewat media sosial dan kemudian diminta datang serta menginap di rumah tersebut. Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban," ungkap Latif.

Korban diduga mengenal pelaku melalui Facebook. Pelaku disebut berinisial FR, berusia sekitar 30 tahun. Saat petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.

"Pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi, pelaku sudah tidak berada di TKP," kata Latif.

Kasus ini terungkap setelah pemilik rumah kontrakan datang memeriksa rumah karena masa sewa telah habis. Saat pintu diketuk, korban muncul meminta pertolongan dari dalam rumah yang disewa harian itu.

"Korban akhirnya bisa keluar dari rumah setelah pemilik kontrakan datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis. Saat pemilik rumah mengetuk pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah. Dari hasil sementara, pelaku diduga merupakan pihak yang menyewa rumah tersebut selama kurang lebih tiga hari," katanya.

(mir/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi