CNN Indonesia
Minggu, 03 Mei 2026 17:31 WIB
Ilustrasi. Makan sedikit, tetapi tampilan perut tetap buncit? Bisa jadi Anda mengalami apa yang dinamakan skinny fat. Ini dia penyebabnya. (iStock/Staras)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketika volume makan sudah sedikit, tetapi perut buncit tak kunjung kempis, sering membuat banyak orang bingung sekaligus frustrasi.
Kondisi ini ternyata tidak selalu berkaitan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi dipengaruhi sejumlah faktor lain yang kerap luput dari perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa hal yang perlu dipahami sejak awal, mulai dari penumpukan lemak viseral, kualitas makanan yang kurang sehat, hingga kurang tidur dan stres.
Meski terlihat sepele, kombinasi faktor tersebut dapat membuat perut tetap membesar walaupun porsi makan tergolong sedikit.
Penyebab perut tetap buncit meski makan sedikit
Dalam dunia kesehatan, kondisi orang yang makan sedikit tapi perut buncit kerap disebut sebagai skinny fat. Ini merupakan situasi ketika berat badan tampak normal tetapi kadar lemak tubuh cukup tinggi.
Lemak yang menumpuk tidak hanya berada di bawah kulit, tetapi juga mengelilingi organ dalam atau dikenal sebagai lemak viseral. Jenis lemak ini lebih berisiko karena berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit jantung.
Salah satu penyebab utamanya, yaitu kualitas makanan yang dikonsumsi. Banyak orang merasa sudah makan sedikit, tetapi tidak menyadari bahwa makanan yang dipilih tinggi gula, karbohidrat olahan, dan lemak jenuh.
Konsumsi gorengan, makanan manis, serta produk berbahan tepung seperti roti dan mi instan, bisa memicu penumpukan lemak. Dalam kondisi ini, tubuh tetap menyimpan kelebihan energi sebagai lemak meski frekuensi makan tidak tinggi.
Faktor stres dan kurang tidur juga berperan besar. Menurut laman Medical News Today, ketika tubuh mengalami stres, hormon kortisol meningkat. Hormon ini diketahui dapat memicu penumpukan lemak di area perut.
Kurang tidur juga memperburuk kondisi karena mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan metabolisme. Akibatnya, tubuh lebih mudah menyimpan lemak dan sulit membakarnya secara optimal.
Selain itu, gangguan pada sistem pencernaan dapat membuat perut tampak lebih buncit. Penumpukan gas, konstipasi, atau kondisi seperti irritable bowel syndrome dapat menyebabkan perut terasa penuh dan kembung. Dalam banyak kasus, kondisi ini disalahartikan sebagai penumpukan lemak.
Perubahan hormon dan penurunan metabolisme juga menjadi faktor penting. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh cenderung melambat, sehingga pembakaran kalori tidak lagi seefisien sebelumnya.
Pada perempuan, perubahan hormon seperti menopause turut berkontribusi terhadap penumpukan lemak di area perut. Hal ini membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak meskipun asupan makanan tidak berlebihan.
Kurangnya aktivitas fisik makin memperparah kondisi tersebut. Gaya hidup yang minim gerak membuat massa otot berkurang, sedangkan lemak lebih mudah menumpuk. Otot perut yang lemah juga membuat bagian perut tampak lebih menonjol.
Cara mengatasi perut buncit
Meski terlihat sederhana, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Lemak viseral yang menumpuk di sekitar organ memiliki risiko lebih tinggi dibanding lemak biasa. Oleh karena itu, penting untuk mulai melakukan perubahan gaya hidup secara bertahap dan konsisten.
Sebagai langkah awal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi ini:
- Perbaiki pola makan dengan memperbanyak serat dan protein serta mengurangi gula dan gorengan.
- Pilih makanan utuh dibandingkan makanan olahan untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
- Rutin berolahraga, baik kardio seperti jogging maupun latihan kekuatan seperti plank dan sit up.
- Pastikan tidur cukup sekitar 7 sampai 8 jam setiap malam.
- Kelola stres melalui aktivitas relaksasi agar hormon tetap seimbang.
- Perbanyak minum air putih untuk membantu melancarkan sistem pencernaan.
Memahami penyebab makan sedikit tapi perut buncit menjadi langkah penting untuk mengatasinya secara tepat. Dengan memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, serta keseimbangan gaya hidup, kondisi ini bisa dikendalikan.
(asp/rti)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2

















































