Jakarta, CNN Indonesia --
Marcus Fernaldi Gideon menyebut dua pasangan ganda putra Indonesia yang punya potensi mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Kim/Seo jadi pasangan incaran lawan lantaran tak pernah kalah. Ganda Korea Selatan itu menanjak menjadi pasangan nomor satu dunia dan kerap bawa pulang gelar juara. Yang terkini, Kim/Seo jadi juara All England.
Marcus pun menyadari kekuatan Kim/Seo. Menurutnya, Kim/Seo bukan berarti tak punya lawan sepadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada ya, harusnya. Fajar[Alfian]/[Muhammad Shohibul] Fikri atau Leo [Rolly Carnando]/Bagas [Maulana] itu lumayan sulit, soalnya seperti Leo kan servisnya bagus ya. Harusnya kalau servisnya bagus, nah itu biasanya bisa langsung menekan di pukulan pertama, kedua, dan ketiga. Tapi kalau enggak mati dari situ, harus bisa tahan lama juga, enggak boleh mati," kata Marcus.
"Iya tapi harus ada banyak plan. Jadi kalau plan satu enggak bekerja dengan baik ya kita ganti. Ganti ke plan B gitu," ujarnya menambahkan.
Fajar/Fikri sudah bertemu empat kali dengan Kim/Seo dan berujung satu kemenangan serta tiga kekalahan. Sementara Leo/Bagas selalu kalah dari Kim/Seo dalam dua pertemuan.
Marcus pun menegaskan hal lain yang tak kalah penting dalam menghadapi lawan seperti Kim/Seo adalah kondisi 'langsung panas'.
"Iya, soalnya kan enggak semua yang kita ekspektasi langsung berhasil, realitanya belum tentu sama kayak begitu," ucap mantan penghuni pelatnas PBSI itu.
Pria 35 tahun yang pernah merasakan puncak ranking ganda putra dunia bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo itu melihat Kim/Seo merupakan pasangan yang tenang dan tahan pukul.
"Mereka itu tenang, itu yang susah. Kalau kita main pertandingan kan tekanannya tinggi, nah mereka bisa tetap tenang dalam kondisi ketinggalan. Kim/Seo sering kalah di gim pertama tetapi di gim kedua dan ketiga bisa balik lagi," kata Marcus.
Resep menghadapi Kim/Seo menurut Marcus adalah kemauan adu pukul dan tidak asal serang.
"Jadi [lawan Kim/Seo] harus bisa tahan lama, enggak buru-buru. Soalnya menembus pertahanan mereka enggak gampang. Smes [kencang] kayak Satwik [Satwiksairaj Rankireddy] saja tidak bisa selalu tembus saat menembak mereka langsung, apalagi yang power-nya tidak sebesar itu."
"Berarti kan harus dicari cara mainnya seperti apa. Tidak semua harus dihajar kencang dan langsung dimatikan. Harus dipikir lagi caranya," ungkap Marcus.
(ptr/nva)

6 hours ago
3
















































