Mark Ruffalo Klaim Hollywood Takut Tolak Merger Warner Bros-Paramount

13 hours ago 9

CNN Indonesia

Minggu, 10 Mei 2026 06:45 WIB

Mark Ruffalo mengklaim banyak selebritas dan tokoh Hollywood menolak menentang merger antara Warner Bros. Discovery (WBD) dengan Paramount karena takut. Mark Ruffalo mengklaim banyak selebritas dan tokoh Hollywood menolak menentang merger antara Warner Bros. Discovery (WBD) dengan Paramount karena takut. (AFP/Valerie Macon)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mark Ruffalo mengklaim banyak selebritas dan tokoh Hollywood menolak menandatangani petisi penolakan merger antara Warner Bros. Discovery (WBD) dengan Paramount karena ketakutan.

Dalam tulisan opini Ruffalo bersama direktur riset American Economic Liberties Project, Matt Stoller, di The New York Times, aktor Marvel itu menilai banyak aktor Hollywood khawatir masuk daftar hitam studio bila menolak kesepakatan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan Variety pada Kamis (7/5), surat terbuka tersebut mulai beredar pada April dan telah mengumpulkan lebih dari 4.000 tanda tangan dari seleb Hollywood, seperti Florence Pugh, Pedro Pascal, dan Edward Norton, serta sutradara-sutradara ternama seperti Yorgos Lanthimos, Sofia Coppola, dan Denis Villeneuve.

"Hal yang paling mengungkapkan tentang surat itu bukanlah orang-orang yang menandatanganinya. Melainkan orang-orang yang tidak menandatanganinya. Bukan karena mereka tidak setuju - tetapi karena mereka takut," tulis Ruffalo dan Stoller.

"Ada banyak alasan untuk memblokir kesepakatan ini, tetapi kami sekarang percaya bahwa alasan yang paling mendasar adalah apa yang kami temui ketika meminta para seniman untuk menggunakan suara mereka: ketakutan. Ketakutan yang mendalam, buruk, dan meluas untuk berbicara."

"Kami berulang kali mendengar dari para seniman, ketika diminta menandatangani surat ini, bahwa mereka mendukungnya tetapi takut akan pembalasan. Ketakutan mereka bukan tanpa alasan," tambah Ruffalo.

Ruffalo dan Stoller mengklaim bahwa ketika direktur editorial The Ankler yang merupakan salah satu majalah perdagangan independen terlihat di acara yang mendukung pemblokiran merger, Paramount disebut menarik iklannya dari media itu.

Selain itu, mereka menyebut saat Mark Ruffalo diusulkan menjadi salah satu tamu diskusi di acara CNN, usulan tersebut ditolak oleh seorang produser karena keterkaitan media itu dengan WBD selaku perusahaan induk.

Produser tersebut juga diklaim mengatakan bahwa CNN memiliki "pertimbangan hukum tentang apa yang dapat dan tidak dapat diliput atau dikatakan selama merger berlangsung."

"Merger ini akan menyebabkan banyak kerugian di Hollywood, tetapi satu hal sudah terjadi: Orang-orang takut untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan tentang industri mereka sendiri," tulis Ruffalo dan Stoller.

"Kita telah melihat apa yang terjadi ketika perusahaan yang cenderung monopoli mendapat keuntungan dari rasa takut yang membungkam perbedaan pendapat," kata keduanya.

"Tetapi koalisi kita yang berkembang menunjukkan bahwa ketika kita tidak terjebak di pinggir lapangan, tidak tunduk pada keniscayaan dan bersatu untuk melawan, kita dapat menang. Dan siapa tahu? Jika kita dapat mengalahkan para oligarki yang mencoba merebut kendali acara TV dan film kita, mungkin kita juga dapat melakukannya di tempat lain."

Menurut kelompok yang menentang merger Warner Bros. Discovery (WBD) dan Paramount yang tercantum dalam BlockTheMerger.com, penggabungan dua entitas raksasa itu "akan semakin mengkonsolidasikan lanskap media yang sudah terkonsentrasi, mengurangi persaingan pada saat industri."

"Hasilnya akan berupa berkurangnya peluang bagi para kreator, berkurangnya lapangan kerja di seluruh ekosistem produksi, biaya yang lebih tinggi, dan berkurangnya pilihan bagi penonton di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Yang mengkhawatirkan, penggabungan ini akan mengurangi jumlah studio film besar AS menjadi hanya empat," kata mereka.

Warner Bros. Discovery (WBD) sebelumnya secara resmi telah sepakat untuk menjual perusahaannya kepada Paramount dengan harga US$31 per saham dalam sebuah transaksi tunai yang bernilai total US$110 miliar atau sekitar Rp1.700 triliun.

Pengumuman formal yang dirilis pada 27 Februari 2026 ini menandai kemenangan besar bagi CEO Paramount David Ellison melalui persaingan berbulan-bulan, terutama setelah WBD menolak tawaran Netflix karena menganggap proposal Paramount jauh lebih unggul.

Netflix sendiri segera menarik diri dari persaingan setelah menolak mengajukan tawaran yang lebih tinggi dari Ellison. Hal itu memuluskan langkah Paramount menguasai salah satu studio paling legendaris di Hollywood.

Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan gabungan ini berkomitmen untuk memproduksi minimal 30 film bioskop per tahun, atau 15 film per studio setiap tahunnya.

Mereka juga menjanjikan bahwa setiap film akan mendapatkan rilis bioskop penuh dengan jendela eksklusif minimal 45 hari di seluruh dunia sebelum tersedia di layanan streaming.

(end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi