Jakarta -
Upaya mediasi dalam kasus praperadilan antara Blake Lively dan Justin Baldoni dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.
Mediasi tersebut digelar di Daniel Patrick Moynihan Courthouse, Manhattan, New York City, pada Rabu (11/2) waktu setempat. Dalam sidang tertutup itu, Lively dan Baldoni hadir langsung dan bahkan terlihat kompak mengenakan pakaian bernuansa hijau zaitun.
Sidang dipimpin oleh Hakim Magistrat AS Sarah L. Cave. Ini menjadi pertama kalinya keduanya bertemu langsung di pengadilan sejak konflik hukum mereka mencuat pada Desember 2024.
Namun, menurut pengacara Baldoni, Bryan Freedman, mediasi tersebut dinyatakan "tidak berhasil". Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya "selalu ada peluang" untuk mencapai kesepakatan. Meski begitu, Freedman mengaku "tidak tahu apakah kami akan melanjutkan pembicaraan."
Media hiburan Deadline melaporkan bahwa Lively dan Baldoni meninggalkan gedung pengadilan sekitar pukul 4 sore waktu setempat. Tanggal persidangan yang dijadwalkan pada 18 Mei pun disebut masih belum pasti.
Sementara itu, Page Six menyebut perwakilan Blake Lively tidak memberikan tanggapan saat dimintai komentar terkait kabar gagalnya mediasi tersebut.
Awal Mula Konflik
Perselisihan ini bermula dari kerja sama mereka dalam film It Ends With Us, ketika Justin Baldoni bertindak sebagai sutradara sekaligus lawan main Blake Lively.
Lively menuduh Baldoni menyalahgunakan posisinya dengan memaksakan adegan vulgar dan melakukan kontak fisik yang tidak pantas dengan alasan kebutuhan artistik.
Dalam sidang, pengacara Lively, Esra Hudson, menyampaikan beberapa keberatan kliennya. Salah satunya, Lively mengaku dipaksa menyimulasikan adegan telanjang yang dianggap tidak perlu dalam adegan persalinan.
Lively juga menuding Baldoni sengaja menggesekkan wajahnya secara tidak pantas saat adegan tari. Selain itu, ia menyebut adanya penambahan konten seksual secara sepihak oleh Baldoni yang dinilai tidak memiliki dasar kuat.
Bukti Pesan Taylor Swift
Kasus ini juga menyeret nama sahabat Lively, Taylor Swift. Dalam ribuan dokumen yang terungkap di pengadilan, terdapat pesan singkat dari Swift yang menyamakan situasi di lokasi syuting seperti film horor yang terjadi tanpa diketahui publik.
Pesan pribadi tersebut digunakan oleh pihak Lively untuk memperkuat klaim bahwa lingkungan kerja saat itu memang sangat toksik.
Konflik hukum ini terus memanas sejak Desember 2024. Sebelumnya, Baldoni sempat menggugat balik Lively dan suaminya, Ryan Reynolds, sebesar US$400 juta atas tuduhan perusakan reputasi. Namun, gugatan tersebut telah ditolak hakim pada Juni 2025.
Hingga kini, kelanjutan proses hukum antara kedua pihak masih menunggu jadwal sidang berikutnya.
(yoa/and)
Loading ...

3 hours ago
1













































