Menakar Keuntungan Skema WFH Hemat BBM bagi RI

10 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah akan diberlakukan Pemerintah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Langkah ini menjadi upaya penghematan energi nasional terutama bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi ini mengacu pada melonjaknya harga minyak dunia imbas perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan WFH untuk ASN akan diterapkan selama satu hari dalam sepekan. Meski begitu, ia juga mendorong perusahaan swasta untuk menerapkan hal yang sama bagi pekerjanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik," ujar Airlangga saat ditemui usai salat id di Jakarta, Sabtu (21/3) dikutip Antara.

Airlangga mengatakan agar penerapan kebijakan ini berjalan efektif akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan penerapan kebijakan tersebut berpotensi menekan konsumsi BBM.

"Ada hitungan kasar sekali. Bukan saya yang hitung. Mereka hitung (hemat BBM saat WFA) kalau kasar lah sehari, lupa saya. Tapi seperlimanya kira-kira 20 persen saya bilang," ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Sabtu (21/3).

Selain penghematan energi, ia menyebut kebijakan tersebut juga dapat mendorong aktivitas ekonomi, terutama sektor pariwisata.

"Jadi saya pikir tiga hari tuh lumayan tuh. Banyak aktivitas di rumah dan mungkin turisme juga," pungkasnya.

Terbaru, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah memberlakukan kebijakan WFH tiap hari Rabu bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah mengatakan kebijakan WFH tiap hari Rabu untuk menekan konsumsi BBM.

"Mulai minggu depan, mulai minggu depan WFH kita jatuhnya pada hari Rabu," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (25/3).

Khofifah menjelaskan, pemilihan hari Rabu telah melalui proses pertimbangan yang matang. Hari tersebut sengaja dipilih untuk menghindari WFH pada Jumat berupa adanya kecenderungan ASN memanfaatkan waktu untuk libur panjang (long weekend), yang justru berpotensi meningkatkan penggunaan BBM karena mobilitas wisata atau pulang kampung.

"Semula kita melakukan exercise kira-kira kalau WFH itu hari Jumat bagaimana? Kalau hari Jumat ada kecenderungan bablas long weekend. Kalau long weekend yang semula diharapkan ini akan menjadi bagian dari efisiensi penggunaan BBM, bukan tambah hemat tambah tidak hemat," ujarnya.

Berdasarkan kalkukasi pihaknya, rata-rata jarak tempuh ASN menuju kantor mencapai 28 kilometer pulang-pergi, maka peniadaan satu hari perjalanan dinas ke kantor dianggap mampu memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi BBM.

"Hitung-hitungan Pak Wagub itu 14 kilometer kira-kira ke kantor gitu ya, jadi kalau PP rata-rata ya average-nya itu 28 km per day dan itu berarti kita butuh BBM sekian gitu, tapi kalau Jumat, Sabtu, Minggu, tiap minggu diambil long weekend, tambah banyak ini BBM yang akan digunakan karena akan punya kecenderungan lebih besar untuk pulang kampung atau rekreasi dan seterusnya," kata Khofifah.

[Gambas:Video CNN]

(fln/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi